Halo. Saya ingin berbagi beberapa momen di 2013 bersama
kalian goodreaders. Dari awal tahun sampai akhir tahun. Saya bukannya
menyempatkan diri menuliskan kaleidoskop singkat ini tapi memang saya kurang
kerjaan di kamar sendiri, menikmati liburan dimana saya seharusnya tidak boleh
sakit. Seharusnya.
MIRC
Sewaktu 2013 masih muda, saya da
tiga teman lainnya sepakat membentuk MIRC---sebuah ikatan persahabatan(atau
kalau kalian tidak percaya sahabat, kalian boleh menyebutnya pertemanan). Jika
kamu pengguna aplikasi chatting MIRC jangan anggap MIRC saya sama dengan yang
biasa ada gunakan, punya saya beda dan itu sangat. MIRC punya saya merupakan
singkatan nama dari empat anak yang tidak sama, Mukarrama, Indah Puspa Nuralam,
Reski Amalia dan Cici Nurfaizah. Kami berempat memang sudah sering bersama
terkecuali Reski Amalia. Tapi untunglah, Reski Amalia hanya “sempat” terkecuali
karena pada akhirnya kami berempat berusaha saling mengerti.
Dulu, kami berempat menghabiskan
waktu bersama-sama. Saling menyemangati, kadang juga saling mengejek. Ke kantin
kami barengan, belajar juga barengan, dan ada marah-marahan juga sih, tapi
kebanyakan sengaja didramatisasikan. Saya kangen mereka, soalnya kami berempat
udah nggak satu sekolah. Kami juga sudah jarang komunikasi, syukur-syukur bisa
chat, itupun jarang. Jarang sekali.
UN
20 paket. Barcode. Tidak ada
bantuan dari luar tapi bertanggung jawab membantu yang diluar. Errrr. Hahaha.
Banyak adegan super tegang dan tentunya ada juga yang bikin ngakak. Kalo adegan
tegang ya kalian udah pada tahu kan? Pegang handphone contohnya, diskusi sama
teman, dan menghadapi pengawas killer. Nah kalo adegan lucu saya jamin pasti
beda. Waktu itu kan ada yang namanya barcode, nah satu teman sekelasku bernama
Ainun Wafiyah Ashar tiap hari complain perihal LJK yang kotorlah, barcode yang
meragukan, dan banyak lagi alasan lain. Tiap pagi ruangan satu pasti tertawa
terguncang-guncang karena disaat hening Nunu selalu muncul memanggil pengawas
dengan nada yang menurut saya istimewa, “Pak....”~
Clausep
Setelah ujian, biasalah kita
nggak ada kerjaan. Dulu sih saya menghabiskan waktu dengan browsing dan eksis
di sosial media, hahaha maklumlah saya pernah alay. Jadi yang unforgettable itu
si Clausep. Masa gara-gara saya nulis di komentar facebook kalo SMA 2 Majene
memang yang terbaik dari SMA *gasebutmerek*, SMA *tetot* mengamuk nggak jelas.
Ampun deh. Dan ohiya, SMA 2 Majene lebih baik dari SMA *tetot* memang fakta
kok. Eh tapi satu yang paling memalukan dari cerita perselisihan saya dengan
Clausep adalah saya sangat labil, sekali.
Perpisahan
Kamu diberi amplop dan ada dua
kemungkinan yang yakin. Seandainya yang kamu dapati dalam amplop adalah kertas
biru, selamatlah diri anda! Dan seandainya yang kamu dapati adalah uang biru,
artinya limapuluh ribu rupiah anda dikembalikan dan selanjutnya anda sendiri
yang artikan. Alhamdulillah, saya dapatnya kertas biru yang bertulisakan “Anda
lulus 100%”. What a Surprise! Saya ternyata meraih peringkat kedua.
Bahagiaaaaaa J
oya tapi sedih juga sih soalnya Kahade akan berpisah, memilih jalan hidupya
masing-masing.
Hari itu, mungkin akhir Mei atau
mungkin juga awal Juni, ah sudahlah intinya hari itu sangat menyentuh, ya
setidaknya untuk kebanyakan orang. Satu hari di bulan mungkin Mei tapi mungkin
juga Juni kami merayakan perpisahan dengan air mata, beginilah cara kami yang
untungnya tidak mengundang banjir. Awalnya sih saya gengsi untuk menyusul
mereka menangis, ya tapi saya menangis juga. Menyedihkan memang, hari itu bisa
jadi hari terakhir teman sekelas hadir lengkap. Sewaktu itu, cewe bahkan cowo
menangisi. Dari anak pintar (ciee anak pintar) sampai anak yang kurang, dari
anak baik-baik sampai anak bermasalah saling menangisi satu sama lain.
Seingatku, kahade juga menangis dan kebanyakan mengatakan kalimat imperatif
yang bersifat sedikit memaksa sih, hahaha tapi saya tahulah mereka tulus, waktu
itu.
“Jangko lupai ka”
Nggak jadi masuk
smudama
Ah, saya mau nangis lagi deh.
Smudama dan Smadama. Dari awal saya niatnya Smudama, dan suka iseng ngomong
Smadama. Apa yang ada dipikiran kalian sekarang? Iseng saya kenyataan? Hahaha.
Duh saya bingung mau cerita dari mana, yang jelas saya maunya Smudama bukan
Smadama dan entah siapa yang harus disalahkan. Ohiya, saya sempat nangis
berminggu-minggu karena nggak masuk sekolah itu loh? Hm percayalah.
Masuk smadama
Tidaaakkk!!!! Hahaha maaf saya
lebay. Awal masuk smadama benar-benar penuh perjuangan dan sebagian kahade tahu
kok. Demi Tuhan, saya tidak menginginkan sekolah ini tapi akhirnya saya masuk
juga -__- berharap bisa melupakan ingin saya yang semula. MOS di smadama nggak
seru, super flat, bikin ngantuk, kalo diperhatikan malah panitianya aja yang
asyik sendiri. Ohiya, sekolah baru saya ini luas sekali. Ke kantin aja jauh.
Teman baru juga didominasi oleh penduduk Tinambung dan sejauh ini mayoritas
senior bertindak songong. Tapi ya sudahlah, saya harus mencintai sekolah ini.
Seharusnya.
Ramadhan
Flat. Banget.
Seumur hidup Ramadhan 2013 yang
paling datar.
Tapi karena flat itulah yang
bikin Ramadhan kemarin tidak terlupakan. Semoga Ramadhan 2014 saya masih ada
ya. Do’akan!
Osis
Waktu SMP saya pernah
berpasrtisipasi dalam OSIS sebagai bendahara. Saya juga heran mengapa termasuk
dalam 8 Pengurus Inti, kalo disuruh memilih PI atau PO pada umumnya, ya saya
milih PI-lah, hehehe. Yang namanya organisasi kan kita harus kooperatif dan
menjunjung rasa kekeluargaan dan waktu itu saya melihat keduanya walaupun
kadang juga buram dari penglihatan. Osis kami dulu yang saya lihat berusaha
saling melindungi, saling menghargai, dan saling tahu diri. Dulu saya sempat
mengira osis kami ialah osis dengan kinerja paling buruk. Ternyata tidak. Masih
ada yang lebih buruk, contohnya nggak usah jauh-jauh, ya OSIS Smadama. Yang
saya lihat, anggotanya nggak tahu menempatkan diri, nggak tahu tugas mereka,
dan nggak tahu tanggung jawab mereka sebagai Pengurus Osis. Semasa SMP dulu, 8
PI nggak terlalu banyak kerjaannya dan memang begitu seharusnya. Selain saya,
saya juga banyak mendengar suara-suara kontra terhadap OSIS. Ohiya, waktu itu
911 dan OSIS pernah mengadakan pertemuan dan sebenarnya saya malas mengingatnya
lagi sebab pertemuan tersebut pertemuan tak berarah, tidak jelas dan jauh dari
ekspektasi saya. Kalo mau tahu, tanyakan ke saya. Saya akan bersedia menjawab.
Sumpah pemuda
Saya bukan pesimis, ini
realistis. Saya sempat berpikiran untuk memundurkan diri tapi gagal terus. Yang
awalnya saya diikutkan di KNPI berganti lagi jadi Bulan Bahasa. Dan yang bikin
saya makin ngeri, tim saya nggak ada, tau nggak?! Tim KNPI terlihat mantap
waktu itu, dan tim saya, eh emang saya punya tim? Hahahah. H-1 barulah saya
mendapat kepastian bahwa Kak Jaya dan Kak Heru akan bertanding bersama saya,
dan saya sama sekali belum tenang. Sampai hari H, kami bertiga hanya
bermodalkan “LATIHAN TIGA JAM” dan semuanya mengalir apa adanya. Ohiya, kak
Jaya sama Kak Heru ternyata dua manusia yag kocak. Kak Jaya cool, baik, lucu
dan sangat santai menjalani semuanya, bahkan pas giliran kami bertiga tampil
kak Jaya bikin saya nggak tegang, alias ngakak, hahahha. Sedang kak Heru menurut
saya orangnya sangat rahasia dan seandainya saya bisa baca pikiran saya
tertarik membaca pikiran manusia pemikir ini, kah heru itu orang dengan optimis
dan pede paling parah, biasa ngelawak tapi garing, dan bahasa serta pemikirannya
dewa *ygterakhirjgndibaca*.
Wj
Nah yang perihal “WJ” masih
hangat nih. Kata Eka atau yang belakangan ini sering dipanggil “Ibu Pos” si Wj
melontarkan perkataan yang menyudutkan beberapa pihak, terkhusus Smadama dan
Nabilah. Saya juga nggak tahu si Wj ngomong apa tapi si Nabilah sudah berkicau
di twitter maupun facebook. Dan nggak main-main, di satu foto si Wj ditag dan
memanaslah mereka, eh kami maksudnya, ditambah lagi dengan Kak Heru yang
namanya juga keseret, hahaha masih ingat kak heru kan?? Ohiya, karena ini
sepele saya jadi nggak jelas memihak siapa, sebenarnya saya begini karena tidak
tahu pasti perkataan Wj dan yang paling penting saya mau kontrol sifat annoying
saya itu---passupal, sindir menyindir dan lain-lain. Tapi untuk kasus Wj
sepertinya saya tidak berhasil.
Banyak yang tidak
tuntas
Nah, semester pertama ini saya
tidak bersemangat dan saya nggak tahu alasannya. Alhasil banyak nilai saya yang
nggak rampung. Sudahlah, saya sadar, pasrah dan ikhlas.
Kahade
Di SMP Neg. 3 Majene, kelas IX
Inklusi yang konon dihuni anak-anak pintar ini terkenal dengan sebutan “Ki
Hajar Dewantara” yang karena terlalu ribet disingkatlah menjadi KHD dan dengan
tujuan perfeksionis, sejak saat itu sampai sekarang KHD ditulis Kahade.
Begitulah asal muasal nama kami. Kami berada di lantai dua, hanya kami.
Anak-anak kece maupun no kece, yang ngeselin, baik, cerewet, pendiam, passupal,
pengganggu, malas, rajin, kreatif, lucu, garing, korban film, titisan penyair,
feminim, tomboy, pintar sampai yang rada-rada ada di kahade. Random!
Dulu, kalau lagi ada ulangan dan
kamu misalnya nggak terlalu siap, don’t worry. Setiap mata pelajaran ada
orangnya, setiap orang selalu ada bagiannya. Hahaha, ngerti nggak? Maksudnya
yang ahli matematika udah tersebar, begitu juga pelajaran lain. Menurutku sih,
kami terbilang kompak untuk banyak hal, dan juga santai untuk banyak hal.
Karena kebiasaan santai berkepanjangan itulah kadang atau memang selalunya
begitu, kami tergesa0gesa di hari H. Muncullah istilah “The Power Of Kepepet”.
Ohiya, anak kahade tuh nggak
banyak menegnali orang tapi kebanyakan satu sekolah tahu yang mana member
kahade. Dan yang masih bikin saya bingung, apa alasan logis murid kelas lain
tiba-tiba menghentikan aktivitasnya ketika kami lewat. Duh kangen banget.
Baru-baru ini, saya buka facebook dan saya melihat beberapa status yang
diposting teman sekelas saya dulu di kahade dan kamu tahu, saya kangen mereka.
Klarifikasi
Untuk MIRC, saya sayang kalian dan terimakasih sudah mau
mengerti saya.
Untuk Reski Amaliah, kata mereka kamu takut saya ya? ah saya
malu. Awalnya mungkin kamu atau siapapun berpikir saya tidak suka kamu, jika
kamu berpikir demikian maka kamu harus menunggu waktu yang sangat lama untuk
aku benarkan. Tidak, aku tidak membencimu dan tidak juga suka kamu. Seperti itu,
hingga akhirnya aku pernah memantaskan kamu dicueki. Tapi puspa dan cici
memberi pengertian dan aku rasa aku mengerti. Kamu mengerti?
Untuk Clausep, saya mengaku salah dan saya cuma mau minta
maaf lagi. Saya labil, kita sama-sama labil, mungkin setidakanya waktu itu.
Jika kamu masih mempermasalahkan yang dulu, dengan senang hati lagi aku
menyarankanmu untuk menanyakan apa yang sebenarnya terjadi, jangan pada Reni,
kecuali dia sudah berhenti. Berhenti apa? Kalau itu boleh kau tanyakan langsung
padanya.
Untuk Kahade, saya tidak merasakan sesuatu yang berarti
ketika kita masih bersama. Sekarang, saya merindukan kalian. Kalian sadar tidak
kita perpaduan yang kompleks. Lalu, kapan kita kembali bertemu memastikan kita
memenuhi perintah untuk tidak saling melupa?
Untuk Wj alias Wahyudi Jasman temanku, kamu kesepian ya?
bukan begitu cara mengisi waktu kesepian. Lain kali jangan ya, kamu kenal
mereka bukan? Mereka ada kesamaan denganmu. Eh saya kangen kamu, titip salam
sama teman kita ya.
Untuk Smadama, maafkan aku ya jika kau pernah disedihkan
kata-kataku. Kita belum saling mengenal, jika kau tahu maksudku mungkin kita
bisa berteman. Ohiya, Aku masih mencari tahu hikmah apa yang kau rahasiakan,
kapan rahasia itu menjadi rahasiaku?
Untuk OSIS, saya minta maaf ya, saya berjanji 2014 tidak
akan melakukan perbuatan yang seolah-olah menyudutkan kalian. Saya berhenti
bukan karena memang kalian sudah di sudut tapi karena tidak mau memperkeruh
suasana. Pasti berat untuk kalian, ketika warga sekolah kebanyakan tidak
menyukai kalian. Pemimpin kalian bagus-bagus, semangat ya! pernah mendengar
rumor tentang ketua osis kita, menurutku ya sebaiknya kalian merapat dan saling
melindungi. Ohiya, seharusnya 2014 ini kalian lebih banyak berinovasi dan
berkreasi, selama ini kalian terlihat biasa saja dan mengenai yang tidak
menyukai kalian, mungkin kalian harus nekat membuat mereka suka sama kalian
dengan cara cerdas tentunya.
Untuk Kak Jaya dan Kak Heru, maaf dan terimaksih ya. Maaf
kalau waktu itu saya partner yang menyusahkan. Terimakasih kak jaya sudah
membuat saya setidaknya bisa tenang, sumpah lucu sekali ki kak. Dan kak heru,
terimakasih sudah sempat mengajari saya banyak dan maaf kalau misalnya kak heru
tidak suka jawaban tidak tahu, sebenarnya waktu itu saya nggak mau dibilang sok
tahu. Ohiya, tidak pesimis ka tapi realisitis.
Untuk haters, pasti lebih baik jika kita bicara. Ohiya,
selama ini saya berusaha berpikir dari sudut pandang kalian. Saya setuju supel
itu menjengkelkan dan saya mau berubah demi diri saya sendiri. Kalian sudah
mencoba berpikir dari sudut pandang saya?
Untuk 911, harapan menunjukkan sihir bagi yang
mempercayainya.
Wishes for 2014
Semoga saya dan teman-teman
semakin solid. Ekawibrama makin merdeka. Bisa reunian sama MIRC. Yang 2014
nanti Ujian, semoga bisa sukses bersama-sama. Perpisahan 2013 bisa dibalas
reunian besar-besaran di 2014. Semoga Clausep bahagia. Semoga saya nggak ada waktu
mengingat smudama dan semoga bisa mencintai Smadama dengan sepenuh hati.
Ramadhan 2014 harus keren. Osis Smadama harus mematahkan semua stigma negatif
tentang mereka dan terus memperbaiki diri, intinya semakin kompak dan
semangatnya merata. Bulan Bahasa 2014 ataupun KNPI harus Smadama yang menang.
Semoga Wj mau minta maaf supaya notifikasi nggak rame lagi. Semoga Allah
memberi kesempatan kedua supaya saya tidak tersepak dari Ekawibrama. Semoga
saya dan teman-teman meraih banyak prestasi di 2014. Kita semua sehat, panjang
umur, dilimpahkan rezeki yang berlimpah lagi bermanfaat dan haters serta
judgers insyaf. Terimakasih 2013 dan selamat datang 2014 J
Tidak ada komentar:
Posting Komentar