Selasa, 31 Desember 2013

Kaleidoskop Iseng

Halo. Saya ingin berbagi beberapa momen di 2013 bersama kalian goodreaders. Dari awal tahun sampai akhir tahun. Saya bukannya menyempatkan diri menuliskan kaleidoskop singkat ini tapi memang saya kurang kerjaan di kamar sendiri, menikmati liburan dimana saya seharusnya tidak boleh sakit. Seharusnya.

MIRC
Sewaktu 2013 masih muda, saya da tiga teman lainnya sepakat membentuk MIRC---sebuah ikatan persahabatan(atau kalau kalian tidak percaya sahabat, kalian boleh menyebutnya pertemanan). Jika kamu pengguna aplikasi chatting MIRC jangan anggap MIRC saya sama dengan yang biasa ada gunakan, punya saya beda dan itu sangat. MIRC punya saya merupakan singkatan nama dari empat anak yang tidak sama, Mukarrama, Indah Puspa Nuralam, Reski Amalia dan Cici Nurfaizah. Kami berempat memang sudah sering bersama terkecuali Reski Amalia. Tapi untunglah, Reski Amalia hanya “sempat” terkecuali karena pada akhirnya kami berempat berusaha saling mengerti.
Dulu, kami berempat menghabiskan waktu bersama-sama. Saling menyemangati, kadang juga saling mengejek. Ke kantin kami barengan, belajar juga barengan, dan ada marah-marahan juga sih, tapi kebanyakan sengaja didramatisasikan. Saya kangen mereka, soalnya kami berempat udah nggak satu sekolah. Kami juga sudah jarang komunikasi, syukur-syukur bisa chat, itupun jarang. Jarang sekali.

UN
20 paket. Barcode. Tidak ada bantuan dari luar tapi bertanggung jawab membantu yang diluar. Errrr. Hahaha. Banyak adegan super tegang dan tentunya ada juga yang bikin ngakak. Kalo adegan tegang ya kalian udah pada tahu kan? Pegang handphone contohnya, diskusi sama teman, dan menghadapi pengawas killer. Nah kalo adegan lucu saya jamin pasti beda. Waktu itu kan ada yang namanya barcode, nah satu teman sekelasku bernama Ainun Wafiyah Ashar tiap hari complain perihal LJK yang kotorlah, barcode yang meragukan, dan banyak lagi alasan lain. Tiap pagi ruangan satu pasti tertawa terguncang-guncang karena disaat hening Nunu selalu muncul memanggil pengawas dengan nada yang menurut saya istimewa, “Pak....”~

Clausep
Setelah ujian, biasalah kita nggak ada kerjaan. Dulu sih saya menghabiskan waktu dengan browsing dan eksis di sosial media, hahaha maklumlah saya pernah alay. Jadi yang unforgettable itu si Clausep. Masa gara-gara saya nulis di komentar facebook kalo SMA 2 Majene memang yang terbaik dari SMA *gasebutmerek*, SMA *tetot* mengamuk nggak jelas. Ampun deh. Dan ohiya, SMA 2 Majene lebih baik dari SMA *tetot* memang fakta kok. Eh tapi satu yang paling memalukan dari cerita perselisihan saya dengan Clausep adalah saya sangat labil, sekali.

Perpisahan
Kamu diberi amplop dan ada dua kemungkinan yang yakin. Seandainya yang kamu dapati dalam amplop adalah kertas biru, selamatlah diri anda! Dan seandainya yang kamu dapati adalah uang biru, artinya limapuluh ribu rupiah anda dikembalikan dan selanjutnya anda sendiri yang artikan. Alhamdulillah, saya dapatnya kertas biru yang bertulisakan “Anda lulus 100%”. What a Surprise! Saya ternyata meraih peringkat kedua. Bahagiaaaaaa J oya tapi sedih juga sih soalnya Kahade akan berpisah, memilih jalan hidupya masing-masing.
Hari itu, mungkin akhir Mei atau mungkin juga awal Juni, ah sudahlah intinya hari itu sangat menyentuh, ya setidaknya untuk kebanyakan orang. Satu hari di bulan mungkin Mei tapi mungkin juga Juni kami merayakan perpisahan dengan air mata, beginilah cara kami yang untungnya tidak mengundang banjir. Awalnya sih saya gengsi untuk menyusul mereka menangis, ya tapi saya menangis juga. Menyedihkan memang, hari itu bisa jadi hari terakhir teman sekelas hadir lengkap. Sewaktu itu, cewe bahkan cowo menangisi. Dari anak pintar (ciee anak pintar) sampai anak yang kurang, dari anak baik-baik sampai anak bermasalah saling menangisi satu sama lain. Seingatku, kahade juga menangis dan kebanyakan mengatakan kalimat imperatif yang bersifat sedikit memaksa sih, hahaha tapi saya tahulah mereka tulus, waktu itu.
“Jangko lupai ka”

Nggak jadi masuk smudama
Ah, saya mau nangis lagi deh. Smudama dan Smadama. Dari awal saya niatnya Smudama, dan suka iseng ngomong Smadama. Apa yang ada dipikiran kalian sekarang? Iseng saya kenyataan? Hahaha. Duh saya bingung mau cerita dari mana, yang jelas saya maunya Smudama bukan Smadama dan entah siapa yang harus disalahkan. Ohiya, saya sempat nangis berminggu-minggu karena nggak masuk sekolah itu loh? Hm percayalah.

Masuk smadama
Tidaaakkk!!!! Hahaha maaf saya lebay. Awal masuk smadama benar-benar penuh perjuangan dan sebagian kahade tahu kok. Demi Tuhan, saya tidak menginginkan sekolah ini tapi akhirnya saya masuk juga -__- berharap bisa melupakan ingin saya yang semula. MOS di smadama nggak seru, super flat, bikin ngantuk, kalo diperhatikan malah panitianya aja yang asyik sendiri. Ohiya, sekolah baru saya ini luas sekali. Ke kantin aja jauh. Teman baru juga didominasi oleh penduduk Tinambung dan sejauh ini mayoritas senior bertindak songong. Tapi ya sudahlah, saya harus mencintai sekolah ini. Seharusnya.

Ramadhan
Flat. Banget.
Seumur hidup Ramadhan 2013 yang paling datar.
Tapi karena flat itulah yang bikin Ramadhan kemarin tidak terlupakan. Semoga Ramadhan 2014 saya masih ada ya. Do’akan!

Osis
Waktu SMP saya pernah berpasrtisipasi dalam OSIS sebagai bendahara. Saya juga heran mengapa termasuk dalam 8 Pengurus Inti, kalo disuruh memilih PI atau PO pada umumnya, ya saya milih PI-lah, hehehe. Yang namanya organisasi kan kita harus kooperatif dan menjunjung rasa kekeluargaan dan waktu itu saya melihat keduanya walaupun kadang juga buram dari penglihatan. Osis kami dulu yang saya lihat berusaha saling melindungi, saling menghargai, dan saling tahu diri. Dulu saya sempat mengira osis kami ialah osis dengan kinerja paling buruk. Ternyata tidak. Masih ada yang lebih buruk, contohnya nggak usah jauh-jauh, ya OSIS Smadama. Yang saya lihat, anggotanya nggak tahu menempatkan diri, nggak tahu tugas mereka, dan nggak tahu tanggung jawab mereka sebagai Pengurus Osis. Semasa SMP dulu, 8 PI nggak terlalu banyak kerjaannya dan memang begitu seharusnya. Selain saya, saya juga banyak mendengar suara-suara kontra terhadap OSIS. Ohiya, waktu itu 911 dan OSIS pernah mengadakan pertemuan dan sebenarnya saya malas mengingatnya lagi sebab pertemuan tersebut pertemuan tak berarah, tidak jelas dan jauh dari ekspektasi saya. Kalo mau tahu, tanyakan ke saya. Saya akan bersedia menjawab.

Sumpah pemuda
Saya bukan pesimis, ini realistis. Saya sempat berpikiran untuk memundurkan diri tapi gagal terus. Yang awalnya saya diikutkan di KNPI berganti lagi jadi Bulan Bahasa. Dan yang bikin saya makin ngeri, tim saya nggak ada, tau nggak?! Tim KNPI terlihat mantap waktu itu, dan tim saya, eh emang saya punya tim? Hahahah. H-1 barulah saya mendapat kepastian bahwa Kak Jaya dan Kak Heru akan bertanding bersama saya, dan saya sama sekali belum tenang. Sampai hari H, kami bertiga hanya bermodalkan “LATIHAN TIGA JAM” dan semuanya mengalir apa adanya. Ohiya, kak Jaya sama Kak Heru ternyata dua manusia yag kocak. Kak Jaya cool, baik, lucu dan sangat santai menjalani semuanya, bahkan pas giliran kami bertiga tampil kak Jaya bikin saya nggak tegang, alias ngakak, hahahha. Sedang kak Heru menurut saya orangnya sangat rahasia dan seandainya saya bisa baca pikiran saya tertarik membaca pikiran manusia pemikir ini, kah heru itu orang dengan optimis dan pede paling parah, biasa ngelawak tapi garing, dan bahasa serta pemikirannya dewa *ygterakhirjgndibaca*.

Wj
Nah yang perihal “WJ” masih hangat nih. Kata Eka atau yang belakangan ini sering dipanggil “Ibu Pos” si Wj melontarkan perkataan yang menyudutkan beberapa pihak, terkhusus Smadama dan Nabilah. Saya juga nggak tahu si Wj ngomong apa tapi si Nabilah sudah berkicau di twitter maupun facebook. Dan nggak main-main, di satu foto si Wj ditag dan memanaslah mereka, eh kami maksudnya, ditambah lagi dengan Kak Heru yang namanya juga keseret, hahaha masih ingat kak heru kan?? Ohiya, karena ini sepele saya jadi nggak jelas memihak siapa, sebenarnya saya begini karena tidak tahu pasti perkataan Wj dan yang paling penting saya mau kontrol sifat annoying saya itu---passupal, sindir menyindir dan lain-lain. Tapi untuk kasus Wj sepertinya saya tidak berhasil.

Banyak yang tidak tuntas
Nah, semester pertama ini saya tidak bersemangat dan saya nggak tahu alasannya. Alhasil banyak nilai saya yang nggak rampung. Sudahlah, saya sadar, pasrah dan ikhlas.

Kahade
Di SMP Neg. 3 Majene, kelas IX Inklusi yang konon dihuni anak-anak pintar ini terkenal dengan sebutan “Ki Hajar Dewantara” yang karena terlalu ribet disingkatlah menjadi KHD dan dengan tujuan perfeksionis, sejak saat itu sampai sekarang KHD ditulis Kahade. Begitulah asal muasal nama kami. Kami berada di lantai dua, hanya kami. Anak-anak kece maupun no kece, yang ngeselin, baik, cerewet, pendiam, passupal, pengganggu, malas, rajin, kreatif, lucu, garing, korban film, titisan penyair, feminim, tomboy, pintar sampai yang rada-rada ada di kahade. Random!
Dulu, kalau lagi ada ulangan dan kamu misalnya nggak terlalu siap, don’t worry. Setiap mata pelajaran ada orangnya, setiap orang selalu ada bagiannya. Hahaha, ngerti nggak? Maksudnya yang ahli matematika udah tersebar, begitu juga pelajaran lain. Menurutku sih, kami terbilang kompak untuk banyak hal, dan juga santai untuk banyak hal. Karena kebiasaan santai berkepanjangan itulah kadang atau memang selalunya begitu, kami tergesa0gesa di hari H. Muncullah istilah “The Power Of Kepepet”.
Ohiya, anak kahade tuh nggak banyak menegnali orang tapi kebanyakan satu sekolah tahu yang mana member kahade. Dan yang masih bikin saya bingung, apa alasan logis murid kelas lain tiba-tiba menghentikan aktivitasnya ketika kami lewat. Duh kangen banget. Baru-baru ini, saya buka facebook dan saya melihat beberapa status yang diposting teman sekelas saya dulu di kahade dan kamu tahu, saya kangen mereka.

Klarifikasi
Untuk MIRC, saya sayang kalian dan terimakasih sudah mau mengerti saya.
Untuk Reski Amaliah, kata mereka kamu takut saya ya? ah saya malu. Awalnya mungkin kamu atau siapapun berpikir saya tidak suka kamu, jika kamu berpikir demikian maka kamu harus menunggu waktu yang sangat lama untuk aku benarkan. Tidak, aku tidak membencimu dan tidak juga suka kamu. Seperti itu, hingga akhirnya aku pernah memantaskan kamu dicueki. Tapi puspa dan cici memberi pengertian dan aku rasa aku mengerti. Kamu mengerti?
Untuk Clausep, saya mengaku salah dan saya cuma mau minta maaf lagi. Saya labil, kita sama-sama labil, mungkin setidakanya waktu itu. Jika kamu masih mempermasalahkan yang dulu, dengan senang hati lagi aku menyarankanmu untuk menanyakan apa yang sebenarnya terjadi, jangan pada Reni, kecuali dia sudah berhenti. Berhenti apa? Kalau itu boleh kau tanyakan langsung padanya.
Untuk Kahade, saya tidak merasakan sesuatu yang berarti ketika kita masih bersama. Sekarang, saya merindukan kalian. Kalian sadar tidak kita perpaduan yang kompleks. Lalu, kapan kita kembali bertemu memastikan kita memenuhi perintah untuk tidak saling melupa?
Untuk Wj alias Wahyudi Jasman temanku, kamu kesepian ya? bukan begitu cara mengisi waktu kesepian. Lain kali jangan ya, kamu kenal mereka bukan? Mereka ada kesamaan denganmu. Eh saya kangen kamu, titip salam sama teman kita ya.
Untuk Smadama, maafkan aku ya jika kau pernah disedihkan kata-kataku. Kita belum saling mengenal, jika kau tahu maksudku mungkin kita bisa berteman. Ohiya, Aku masih mencari tahu hikmah apa yang kau rahasiakan, kapan rahasia itu menjadi rahasiaku?
Untuk OSIS, saya minta maaf ya, saya berjanji 2014 tidak akan melakukan perbuatan yang seolah-olah menyudutkan kalian. Saya berhenti bukan karena memang kalian sudah di sudut tapi karena tidak mau memperkeruh suasana. Pasti berat untuk kalian, ketika warga sekolah kebanyakan tidak menyukai kalian. Pemimpin kalian bagus-bagus, semangat ya! pernah mendengar rumor tentang ketua osis kita, menurutku ya sebaiknya kalian merapat dan saling melindungi. Ohiya, seharusnya 2014 ini kalian lebih banyak berinovasi dan berkreasi, selama ini kalian terlihat biasa saja dan mengenai yang tidak menyukai kalian, mungkin kalian harus nekat membuat mereka suka sama kalian dengan cara cerdas tentunya.
Untuk Kak Jaya dan Kak Heru, maaf dan terimaksih ya. Maaf kalau waktu itu saya partner yang menyusahkan. Terimakasih kak jaya sudah membuat saya setidaknya bisa tenang, sumpah lucu sekali ki kak. Dan kak heru, terimakasih sudah sempat mengajari saya banyak dan maaf kalau misalnya kak heru tidak suka jawaban tidak tahu, sebenarnya waktu itu saya nggak mau dibilang sok tahu. Ohiya, tidak pesimis ka tapi realisitis.
Untuk haters, pasti lebih baik jika kita bicara. Ohiya, selama ini saya berusaha berpikir dari sudut pandang kalian. Saya setuju supel itu menjengkelkan dan saya mau berubah demi diri saya sendiri. Kalian sudah mencoba berpikir dari sudut pandang saya?
Untuk 911, harapan menunjukkan sihir bagi yang mempercayainya.

Wishes for 2014

Semoga saya dan teman-teman semakin solid. Ekawibrama makin merdeka. Bisa reunian sama MIRC. Yang 2014 nanti Ujian, semoga bisa sukses bersama-sama. Perpisahan 2013 bisa dibalas reunian besar-besaran di 2014. Semoga Clausep bahagia. Semoga saya nggak ada waktu mengingat smudama dan semoga bisa mencintai Smadama dengan sepenuh hati. Ramadhan 2014 harus keren. Osis Smadama harus mematahkan semua stigma negatif tentang mereka dan terus memperbaiki diri, intinya semakin kompak dan semangatnya merata. Bulan Bahasa 2014 ataupun KNPI harus Smadama yang menang. Semoga Wj mau minta maaf supaya notifikasi nggak rame lagi. Semoga Allah memberi kesempatan kedua supaya saya tidak tersepak dari Ekawibrama. Semoga saya dan teman-teman meraih banyak prestasi di 2014. Kita semua sehat, panjang umur, dilimpahkan rezeki yang berlimpah lagi bermanfaat dan haters serta judgers insyaf. Terimakasih 2013 dan selamat datang 2014 J

Selasa, 24 Desember 2013

Tulisan Istimewa Untuk Yang Istimewa

Buat Haters...

Kau hanya baru membaca dua kata dan kau sudah salah paham. Karena jumlah kalian tidak sedikit maka tidak mungkin aku menuliskan nama kalian satu-satu di pembuka tulisanku. Tapi kali ini dan memang baru pertama ini aku memilih memanggil kalian teman. Izinkanlah.

Teman, barangkali kamu tidak mengerti mengapa aku menulis untukmu. Kau boleh menduga dan jangan lupa menuliskannya dalam tulisan balasanmu, pun jika kau sudi menulis. Baik, akan kuberi tahu alasannya. Pertama, kamu sempat membuatku sedih. Kedua, aku rasa kita harus kenal.

Teman, jika kamu benar tidak menyukaiku tidak perlu buang waktu untuk membaca tulisan ini, karena pada akhirnya kamu akan menyesal sendiri. Bisa jadi menyesal karena tulisan ini membuang waktu atau bisa saja kamu tiba-tiba jatuh cinta. Untuk membuatmu jatuh cinta, aku percaya pada pepatah. Katanya, kamu harus mengenalku. Namaku, Mukarrama. Singkat tapi sepertinya susah ditulis dan dilisankan. Nama panggilanku banyak. Ini serius. Tapi yang terdengar serius saja yang akan kuceritakan. Kalo kamu mendengar aku dipanggil “Kalla” berarti kamu mendengar suara teman-teman yang cukup mencintaiku---atau paling tidak cukup mengenalku. Kamu pernah dengar aku dipanggil “Kay”? Jika pernah, berarti kamu mendengar suara 911. Nama panggilanku yang lain kebanyakan mendeskripsikan seperti apa aku; kail, manusia roti, manusia mars, cuek, sombong. Dan teman, kamu memanggilku apa? Mukarrama ya? Ketahuilah, dari banyak nama-nama itu aku lebih suka dipanggil Mukarrama, setidaknya setiap kau memanggilku, satu lagi doa untukku. Terimakasih untuk itu.

Banyak orang menganggap, aku adalah anak yang cuek, supel, sombong dan tertutup. Ada juga yang bilang aku membawa aura horror dikarenakan ekspresi dan tatapan yang tidak biasa. Sebenarnya, aku hanya anak yang membenci drama, lebih baik membego sendirian di kamar daripada terlibat dalam drama queen. Lebih baik duduk berhadapan laptop, ngeblog, cari tahu info terbaru, nonton tv, atau baca buku daripada drama. Demi apa, aku tidak tertarik.

            Aku sudah mencoba membuatmu jatuh cinta, berhasilkah? Aku percaya jawabannya tidak. Tapi maukah kau memperkenalkan diri? Mungkin jika aku mencintaimu lebih dulu, kau bisa mencintaiku kemudian. Tapi haters, eh maksudku teman mengapa kamu membenciku? Aku sering kali mendapati matamu berbicara, “Nassa Kubire’ Ko”. Kamu tahu, aku sedih. Sangat. Dan lama sekali. Bahkan sampai kau tengah membaca tulisan ini. Tapi aku sedikit senang kau bisa membenci sebab ini berarti kamu manusia. Aku pernah membaca tulisan seorang penulis terkenal dunia, yang sayangnya aku lupa namanya. Katanya, they hate what they don’t understand, and they are man. Ya benar sekali kita belum saling memahami dan paham akhirnya salah---salah paham. Kamu bahkan tidak tahu mengapa aku suka menulis, kamu tidak tahu mengapa nyaris setiap hari aku terlambat ke sekolah, kamu tidak tahu mengapa aku tiba-tiba diam mengamati seseorang atau yang paling sering mengapa aku bicara banyak tanpa tujuan yang jelas. Aku juga tidak tahu mengapa kamu membenciku, tidak tahu kapan mulai membenci, tidak tahu bencimu alami atau dibuat-buat oleh si pembenci.
            Caramu membenci sangat variatif dan inovatif. Adakalanya aku lelah dan merasa kalah, setelah itu kujadikan kau puisi. Hanya itu. Tapi caraku jangan disangka sederhana. Jika kau sangka begitu, kau benar. Caraku memang sederhana tapi bukankah puisi adalah hal yang sederhana yang dirumitkan, dan penyair mampu menyederhanakan yang rumit. Kau bingung? Ah, kau bingung dan belum jatuh cinta. Harus apa lagi, teman?

            Baiklah, terakhir sebelum kusudahi tulisanku aku ingin memberitahumu rahasia. Dengarlah. Pernah satu hari disaat sedih dan merasa sendiri aku malah menemukanmu sebagai motivasi dan inspirasiku. Sungguh. Motivasi tidak dicari, kau pun begitu yang datang sendiri tiba-tiba. Kamu adalah inspirasiku karena aku sadar kamu miliki banyak dibandingkan aku. Sudah lama, aku ingin marah pada inspirasi dan motivasiku tapi aku mengingat kata Bukowski, katanya aku harus melihat dari sudut pandangmu untuk memutuskan perlu marah atau justru memarahi diri sendiri, agar mengerti apa yang sebenarnya terjadi. Dan jika tidak mengerti, katanya lagi, aku lebih baik bersikap pura-pura mengerti karena setidaknya akan mengurangi yang sakit hati. Kadang aku tidak mengerti kata Bukowski, tapi pada akhirnya aku hanya perlu berpura-pura mengerti kan?

            Sudah ya teman, semoga maksudku terbaca. Aku akan senang sekali jika kelak entah kapan mendapati suratmu dan didalamnya kau menyapaku teman. Sampaikan salamku kepada hatimu.

Dari, Saya
Orang yang bisa jadi (salah) kamu benci.

Pencitraan?

Apa sih itu Pencitraan? Samakah Pencitraan dengan Fake? Pencitraan boleh apa gimana??

Hmm kalo menurutku nih pencitraan itu bersinonim dengan jaga image alias jaim. Pencitraan itu bagaimana kamu memanipulasi agar citra kamu terlihat baik atau bener. Terlihat sama siapa? Nah kalo siapa ya pasti udah macam-macam, bisa keluarga, guru, teman-teman, gebetan, pacar, musuh dan masih banyak deh. Di banyak kasus, kalo orang fake biasanya konsisten tampil fake sementara yang pencitraan kadang nggak konsisten gitu. Pencitraan boleh apa enggak? Kalo boleh apa enggak kembali lagi ke masing-masing individu sih. Kalo menurutku nih, pencitraan itu berarti kamu nggak apa adanya. Tapi lain lagi, kalo kamu bisa jamin citra yang kamu udah usaha bangun itu awet, menurutku sih ya boleh aja soalnya itu bukan pencitraan lagi tapi merupakan tahap “be a a better person”.

Kasus pencitraan yang sering aku temui itu dimana seseorang tiba-tiba menjadi bijaksana, tiba-tiba diam, tiba-tiba baik, tiba-tiba ramah, tiba-tiba rajin, pokoknya perubahannya tuh lebay.

Dan rata-rata korban pencitraan tuh nggak sadar. Dan akhirnya korban dan pelaku pencitraan terjalin komunikasi yang lancar dan kalo kamu lagi sial, kamu akan dicitrakan pelaku dengan image buruk secara nggak langsung. Ngeri nggak??


Contoh pelaku pencitraan, nggak usah jauh-jauh, hehehe saya contohnya. Dalam kasus saya, saya biasa berusaha dengan keras sekeras-kerasnya mencitrakan diri untuk tidak lagi cuek, berusaha senyum, berusaha menyapa, berusaha menghilangkan sifat passupal dan tidak menatap orang dengan sinis. Karena faktanya, saya punya banyak haters dan mereka tidak menyukai cuek, supel dan tatapan saya. Dan kalo saya nggak mau melakukan pencitraan, kamu akan melihat saya tiba-tiba diam yang artinya saya mau jadi pengamat aja. Siapa tahu bisa menyadari sesuatu yang rahasia. Oh iya, kadang saya merasa dirugikan oleh pelaku pencitraan di sekitar saya. Kamu?