Selasa, 31 Desember 2013

Kaleidoskop Iseng

Halo. Saya ingin berbagi beberapa momen di 2013 bersama kalian goodreaders. Dari awal tahun sampai akhir tahun. Saya bukannya menyempatkan diri menuliskan kaleidoskop singkat ini tapi memang saya kurang kerjaan di kamar sendiri, menikmati liburan dimana saya seharusnya tidak boleh sakit. Seharusnya.

MIRC
Sewaktu 2013 masih muda, saya da tiga teman lainnya sepakat membentuk MIRC---sebuah ikatan persahabatan(atau kalau kalian tidak percaya sahabat, kalian boleh menyebutnya pertemanan). Jika kamu pengguna aplikasi chatting MIRC jangan anggap MIRC saya sama dengan yang biasa ada gunakan, punya saya beda dan itu sangat. MIRC punya saya merupakan singkatan nama dari empat anak yang tidak sama, Mukarrama, Indah Puspa Nuralam, Reski Amalia dan Cici Nurfaizah. Kami berempat memang sudah sering bersama terkecuali Reski Amalia. Tapi untunglah, Reski Amalia hanya “sempat” terkecuali karena pada akhirnya kami berempat berusaha saling mengerti.
Dulu, kami berempat menghabiskan waktu bersama-sama. Saling menyemangati, kadang juga saling mengejek. Ke kantin kami barengan, belajar juga barengan, dan ada marah-marahan juga sih, tapi kebanyakan sengaja didramatisasikan. Saya kangen mereka, soalnya kami berempat udah nggak satu sekolah. Kami juga sudah jarang komunikasi, syukur-syukur bisa chat, itupun jarang. Jarang sekali.

UN
20 paket. Barcode. Tidak ada bantuan dari luar tapi bertanggung jawab membantu yang diluar. Errrr. Hahaha. Banyak adegan super tegang dan tentunya ada juga yang bikin ngakak. Kalo adegan tegang ya kalian udah pada tahu kan? Pegang handphone contohnya, diskusi sama teman, dan menghadapi pengawas killer. Nah kalo adegan lucu saya jamin pasti beda. Waktu itu kan ada yang namanya barcode, nah satu teman sekelasku bernama Ainun Wafiyah Ashar tiap hari complain perihal LJK yang kotorlah, barcode yang meragukan, dan banyak lagi alasan lain. Tiap pagi ruangan satu pasti tertawa terguncang-guncang karena disaat hening Nunu selalu muncul memanggil pengawas dengan nada yang menurut saya istimewa, “Pak....”~

Clausep
Setelah ujian, biasalah kita nggak ada kerjaan. Dulu sih saya menghabiskan waktu dengan browsing dan eksis di sosial media, hahaha maklumlah saya pernah alay. Jadi yang unforgettable itu si Clausep. Masa gara-gara saya nulis di komentar facebook kalo SMA 2 Majene memang yang terbaik dari SMA *gasebutmerek*, SMA *tetot* mengamuk nggak jelas. Ampun deh. Dan ohiya, SMA 2 Majene lebih baik dari SMA *tetot* memang fakta kok. Eh tapi satu yang paling memalukan dari cerita perselisihan saya dengan Clausep adalah saya sangat labil, sekali.

Perpisahan
Kamu diberi amplop dan ada dua kemungkinan yang yakin. Seandainya yang kamu dapati dalam amplop adalah kertas biru, selamatlah diri anda! Dan seandainya yang kamu dapati adalah uang biru, artinya limapuluh ribu rupiah anda dikembalikan dan selanjutnya anda sendiri yang artikan. Alhamdulillah, saya dapatnya kertas biru yang bertulisakan “Anda lulus 100%”. What a Surprise! Saya ternyata meraih peringkat kedua. Bahagiaaaaaa J oya tapi sedih juga sih soalnya Kahade akan berpisah, memilih jalan hidupya masing-masing.
Hari itu, mungkin akhir Mei atau mungkin juga awal Juni, ah sudahlah intinya hari itu sangat menyentuh, ya setidaknya untuk kebanyakan orang. Satu hari di bulan mungkin Mei tapi mungkin juga Juni kami merayakan perpisahan dengan air mata, beginilah cara kami yang untungnya tidak mengundang banjir. Awalnya sih saya gengsi untuk menyusul mereka menangis, ya tapi saya menangis juga. Menyedihkan memang, hari itu bisa jadi hari terakhir teman sekelas hadir lengkap. Sewaktu itu, cewe bahkan cowo menangisi. Dari anak pintar (ciee anak pintar) sampai anak yang kurang, dari anak baik-baik sampai anak bermasalah saling menangisi satu sama lain. Seingatku, kahade juga menangis dan kebanyakan mengatakan kalimat imperatif yang bersifat sedikit memaksa sih, hahaha tapi saya tahulah mereka tulus, waktu itu.
“Jangko lupai ka”

Nggak jadi masuk smudama
Ah, saya mau nangis lagi deh. Smudama dan Smadama. Dari awal saya niatnya Smudama, dan suka iseng ngomong Smadama. Apa yang ada dipikiran kalian sekarang? Iseng saya kenyataan? Hahaha. Duh saya bingung mau cerita dari mana, yang jelas saya maunya Smudama bukan Smadama dan entah siapa yang harus disalahkan. Ohiya, saya sempat nangis berminggu-minggu karena nggak masuk sekolah itu loh? Hm percayalah.

Masuk smadama
Tidaaakkk!!!! Hahaha maaf saya lebay. Awal masuk smadama benar-benar penuh perjuangan dan sebagian kahade tahu kok. Demi Tuhan, saya tidak menginginkan sekolah ini tapi akhirnya saya masuk juga -__- berharap bisa melupakan ingin saya yang semula. MOS di smadama nggak seru, super flat, bikin ngantuk, kalo diperhatikan malah panitianya aja yang asyik sendiri. Ohiya, sekolah baru saya ini luas sekali. Ke kantin aja jauh. Teman baru juga didominasi oleh penduduk Tinambung dan sejauh ini mayoritas senior bertindak songong. Tapi ya sudahlah, saya harus mencintai sekolah ini. Seharusnya.

Ramadhan
Flat. Banget.
Seumur hidup Ramadhan 2013 yang paling datar.
Tapi karena flat itulah yang bikin Ramadhan kemarin tidak terlupakan. Semoga Ramadhan 2014 saya masih ada ya. Do’akan!

Osis
Waktu SMP saya pernah berpasrtisipasi dalam OSIS sebagai bendahara. Saya juga heran mengapa termasuk dalam 8 Pengurus Inti, kalo disuruh memilih PI atau PO pada umumnya, ya saya milih PI-lah, hehehe. Yang namanya organisasi kan kita harus kooperatif dan menjunjung rasa kekeluargaan dan waktu itu saya melihat keduanya walaupun kadang juga buram dari penglihatan. Osis kami dulu yang saya lihat berusaha saling melindungi, saling menghargai, dan saling tahu diri. Dulu saya sempat mengira osis kami ialah osis dengan kinerja paling buruk. Ternyata tidak. Masih ada yang lebih buruk, contohnya nggak usah jauh-jauh, ya OSIS Smadama. Yang saya lihat, anggotanya nggak tahu menempatkan diri, nggak tahu tugas mereka, dan nggak tahu tanggung jawab mereka sebagai Pengurus Osis. Semasa SMP dulu, 8 PI nggak terlalu banyak kerjaannya dan memang begitu seharusnya. Selain saya, saya juga banyak mendengar suara-suara kontra terhadap OSIS. Ohiya, waktu itu 911 dan OSIS pernah mengadakan pertemuan dan sebenarnya saya malas mengingatnya lagi sebab pertemuan tersebut pertemuan tak berarah, tidak jelas dan jauh dari ekspektasi saya. Kalo mau tahu, tanyakan ke saya. Saya akan bersedia menjawab.

Sumpah pemuda
Saya bukan pesimis, ini realistis. Saya sempat berpikiran untuk memundurkan diri tapi gagal terus. Yang awalnya saya diikutkan di KNPI berganti lagi jadi Bulan Bahasa. Dan yang bikin saya makin ngeri, tim saya nggak ada, tau nggak?! Tim KNPI terlihat mantap waktu itu, dan tim saya, eh emang saya punya tim? Hahahah. H-1 barulah saya mendapat kepastian bahwa Kak Jaya dan Kak Heru akan bertanding bersama saya, dan saya sama sekali belum tenang. Sampai hari H, kami bertiga hanya bermodalkan “LATIHAN TIGA JAM” dan semuanya mengalir apa adanya. Ohiya, kak Jaya sama Kak Heru ternyata dua manusia yag kocak. Kak Jaya cool, baik, lucu dan sangat santai menjalani semuanya, bahkan pas giliran kami bertiga tampil kak Jaya bikin saya nggak tegang, alias ngakak, hahahha. Sedang kak Heru menurut saya orangnya sangat rahasia dan seandainya saya bisa baca pikiran saya tertarik membaca pikiran manusia pemikir ini, kah heru itu orang dengan optimis dan pede paling parah, biasa ngelawak tapi garing, dan bahasa serta pemikirannya dewa *ygterakhirjgndibaca*.

Wj
Nah yang perihal “WJ” masih hangat nih. Kata Eka atau yang belakangan ini sering dipanggil “Ibu Pos” si Wj melontarkan perkataan yang menyudutkan beberapa pihak, terkhusus Smadama dan Nabilah. Saya juga nggak tahu si Wj ngomong apa tapi si Nabilah sudah berkicau di twitter maupun facebook. Dan nggak main-main, di satu foto si Wj ditag dan memanaslah mereka, eh kami maksudnya, ditambah lagi dengan Kak Heru yang namanya juga keseret, hahaha masih ingat kak heru kan?? Ohiya, karena ini sepele saya jadi nggak jelas memihak siapa, sebenarnya saya begini karena tidak tahu pasti perkataan Wj dan yang paling penting saya mau kontrol sifat annoying saya itu---passupal, sindir menyindir dan lain-lain. Tapi untuk kasus Wj sepertinya saya tidak berhasil.

Banyak yang tidak tuntas
Nah, semester pertama ini saya tidak bersemangat dan saya nggak tahu alasannya. Alhasil banyak nilai saya yang nggak rampung. Sudahlah, saya sadar, pasrah dan ikhlas.

Kahade
Di SMP Neg. 3 Majene, kelas IX Inklusi yang konon dihuni anak-anak pintar ini terkenal dengan sebutan “Ki Hajar Dewantara” yang karena terlalu ribet disingkatlah menjadi KHD dan dengan tujuan perfeksionis, sejak saat itu sampai sekarang KHD ditulis Kahade. Begitulah asal muasal nama kami. Kami berada di lantai dua, hanya kami. Anak-anak kece maupun no kece, yang ngeselin, baik, cerewet, pendiam, passupal, pengganggu, malas, rajin, kreatif, lucu, garing, korban film, titisan penyair, feminim, tomboy, pintar sampai yang rada-rada ada di kahade. Random!
Dulu, kalau lagi ada ulangan dan kamu misalnya nggak terlalu siap, don’t worry. Setiap mata pelajaran ada orangnya, setiap orang selalu ada bagiannya. Hahaha, ngerti nggak? Maksudnya yang ahli matematika udah tersebar, begitu juga pelajaran lain. Menurutku sih, kami terbilang kompak untuk banyak hal, dan juga santai untuk banyak hal. Karena kebiasaan santai berkepanjangan itulah kadang atau memang selalunya begitu, kami tergesa0gesa di hari H. Muncullah istilah “The Power Of Kepepet”.
Ohiya, anak kahade tuh nggak banyak menegnali orang tapi kebanyakan satu sekolah tahu yang mana member kahade. Dan yang masih bikin saya bingung, apa alasan logis murid kelas lain tiba-tiba menghentikan aktivitasnya ketika kami lewat. Duh kangen banget. Baru-baru ini, saya buka facebook dan saya melihat beberapa status yang diposting teman sekelas saya dulu di kahade dan kamu tahu, saya kangen mereka.

Klarifikasi
Untuk MIRC, saya sayang kalian dan terimakasih sudah mau mengerti saya.
Untuk Reski Amaliah, kata mereka kamu takut saya ya? ah saya malu. Awalnya mungkin kamu atau siapapun berpikir saya tidak suka kamu, jika kamu berpikir demikian maka kamu harus menunggu waktu yang sangat lama untuk aku benarkan. Tidak, aku tidak membencimu dan tidak juga suka kamu. Seperti itu, hingga akhirnya aku pernah memantaskan kamu dicueki. Tapi puspa dan cici memberi pengertian dan aku rasa aku mengerti. Kamu mengerti?
Untuk Clausep, saya mengaku salah dan saya cuma mau minta maaf lagi. Saya labil, kita sama-sama labil, mungkin setidakanya waktu itu. Jika kamu masih mempermasalahkan yang dulu, dengan senang hati lagi aku menyarankanmu untuk menanyakan apa yang sebenarnya terjadi, jangan pada Reni, kecuali dia sudah berhenti. Berhenti apa? Kalau itu boleh kau tanyakan langsung padanya.
Untuk Kahade, saya tidak merasakan sesuatu yang berarti ketika kita masih bersama. Sekarang, saya merindukan kalian. Kalian sadar tidak kita perpaduan yang kompleks. Lalu, kapan kita kembali bertemu memastikan kita memenuhi perintah untuk tidak saling melupa?
Untuk Wj alias Wahyudi Jasman temanku, kamu kesepian ya? bukan begitu cara mengisi waktu kesepian. Lain kali jangan ya, kamu kenal mereka bukan? Mereka ada kesamaan denganmu. Eh saya kangen kamu, titip salam sama teman kita ya.
Untuk Smadama, maafkan aku ya jika kau pernah disedihkan kata-kataku. Kita belum saling mengenal, jika kau tahu maksudku mungkin kita bisa berteman. Ohiya, Aku masih mencari tahu hikmah apa yang kau rahasiakan, kapan rahasia itu menjadi rahasiaku?
Untuk OSIS, saya minta maaf ya, saya berjanji 2014 tidak akan melakukan perbuatan yang seolah-olah menyudutkan kalian. Saya berhenti bukan karena memang kalian sudah di sudut tapi karena tidak mau memperkeruh suasana. Pasti berat untuk kalian, ketika warga sekolah kebanyakan tidak menyukai kalian. Pemimpin kalian bagus-bagus, semangat ya! pernah mendengar rumor tentang ketua osis kita, menurutku ya sebaiknya kalian merapat dan saling melindungi. Ohiya, seharusnya 2014 ini kalian lebih banyak berinovasi dan berkreasi, selama ini kalian terlihat biasa saja dan mengenai yang tidak menyukai kalian, mungkin kalian harus nekat membuat mereka suka sama kalian dengan cara cerdas tentunya.
Untuk Kak Jaya dan Kak Heru, maaf dan terimaksih ya. Maaf kalau waktu itu saya partner yang menyusahkan. Terimakasih kak jaya sudah membuat saya setidaknya bisa tenang, sumpah lucu sekali ki kak. Dan kak heru, terimakasih sudah sempat mengajari saya banyak dan maaf kalau misalnya kak heru tidak suka jawaban tidak tahu, sebenarnya waktu itu saya nggak mau dibilang sok tahu. Ohiya, tidak pesimis ka tapi realisitis.
Untuk haters, pasti lebih baik jika kita bicara. Ohiya, selama ini saya berusaha berpikir dari sudut pandang kalian. Saya setuju supel itu menjengkelkan dan saya mau berubah demi diri saya sendiri. Kalian sudah mencoba berpikir dari sudut pandang saya?
Untuk 911, harapan menunjukkan sihir bagi yang mempercayainya.

Wishes for 2014

Semoga saya dan teman-teman semakin solid. Ekawibrama makin merdeka. Bisa reunian sama MIRC. Yang 2014 nanti Ujian, semoga bisa sukses bersama-sama. Perpisahan 2013 bisa dibalas reunian besar-besaran di 2014. Semoga Clausep bahagia. Semoga saya nggak ada waktu mengingat smudama dan semoga bisa mencintai Smadama dengan sepenuh hati. Ramadhan 2014 harus keren. Osis Smadama harus mematahkan semua stigma negatif tentang mereka dan terus memperbaiki diri, intinya semakin kompak dan semangatnya merata. Bulan Bahasa 2014 ataupun KNPI harus Smadama yang menang. Semoga Wj mau minta maaf supaya notifikasi nggak rame lagi. Semoga Allah memberi kesempatan kedua supaya saya tidak tersepak dari Ekawibrama. Semoga saya dan teman-teman meraih banyak prestasi di 2014. Kita semua sehat, panjang umur, dilimpahkan rezeki yang berlimpah lagi bermanfaat dan haters serta judgers insyaf. Terimakasih 2013 dan selamat datang 2014 J

Selasa, 24 Desember 2013

Tulisan Istimewa Untuk Yang Istimewa

Buat Haters...

Kau hanya baru membaca dua kata dan kau sudah salah paham. Karena jumlah kalian tidak sedikit maka tidak mungkin aku menuliskan nama kalian satu-satu di pembuka tulisanku. Tapi kali ini dan memang baru pertama ini aku memilih memanggil kalian teman. Izinkanlah.

Teman, barangkali kamu tidak mengerti mengapa aku menulis untukmu. Kau boleh menduga dan jangan lupa menuliskannya dalam tulisan balasanmu, pun jika kau sudi menulis. Baik, akan kuberi tahu alasannya. Pertama, kamu sempat membuatku sedih. Kedua, aku rasa kita harus kenal.

Teman, jika kamu benar tidak menyukaiku tidak perlu buang waktu untuk membaca tulisan ini, karena pada akhirnya kamu akan menyesal sendiri. Bisa jadi menyesal karena tulisan ini membuang waktu atau bisa saja kamu tiba-tiba jatuh cinta. Untuk membuatmu jatuh cinta, aku percaya pada pepatah. Katanya, kamu harus mengenalku. Namaku, Mukarrama. Singkat tapi sepertinya susah ditulis dan dilisankan. Nama panggilanku banyak. Ini serius. Tapi yang terdengar serius saja yang akan kuceritakan. Kalo kamu mendengar aku dipanggil “Kalla” berarti kamu mendengar suara teman-teman yang cukup mencintaiku---atau paling tidak cukup mengenalku. Kamu pernah dengar aku dipanggil “Kay”? Jika pernah, berarti kamu mendengar suara 911. Nama panggilanku yang lain kebanyakan mendeskripsikan seperti apa aku; kail, manusia roti, manusia mars, cuek, sombong. Dan teman, kamu memanggilku apa? Mukarrama ya? Ketahuilah, dari banyak nama-nama itu aku lebih suka dipanggil Mukarrama, setidaknya setiap kau memanggilku, satu lagi doa untukku. Terimakasih untuk itu.

Banyak orang menganggap, aku adalah anak yang cuek, supel, sombong dan tertutup. Ada juga yang bilang aku membawa aura horror dikarenakan ekspresi dan tatapan yang tidak biasa. Sebenarnya, aku hanya anak yang membenci drama, lebih baik membego sendirian di kamar daripada terlibat dalam drama queen. Lebih baik duduk berhadapan laptop, ngeblog, cari tahu info terbaru, nonton tv, atau baca buku daripada drama. Demi apa, aku tidak tertarik.

            Aku sudah mencoba membuatmu jatuh cinta, berhasilkah? Aku percaya jawabannya tidak. Tapi maukah kau memperkenalkan diri? Mungkin jika aku mencintaimu lebih dulu, kau bisa mencintaiku kemudian. Tapi haters, eh maksudku teman mengapa kamu membenciku? Aku sering kali mendapati matamu berbicara, “Nassa Kubire’ Ko”. Kamu tahu, aku sedih. Sangat. Dan lama sekali. Bahkan sampai kau tengah membaca tulisan ini. Tapi aku sedikit senang kau bisa membenci sebab ini berarti kamu manusia. Aku pernah membaca tulisan seorang penulis terkenal dunia, yang sayangnya aku lupa namanya. Katanya, they hate what they don’t understand, and they are man. Ya benar sekali kita belum saling memahami dan paham akhirnya salah---salah paham. Kamu bahkan tidak tahu mengapa aku suka menulis, kamu tidak tahu mengapa nyaris setiap hari aku terlambat ke sekolah, kamu tidak tahu mengapa aku tiba-tiba diam mengamati seseorang atau yang paling sering mengapa aku bicara banyak tanpa tujuan yang jelas. Aku juga tidak tahu mengapa kamu membenciku, tidak tahu kapan mulai membenci, tidak tahu bencimu alami atau dibuat-buat oleh si pembenci.
            Caramu membenci sangat variatif dan inovatif. Adakalanya aku lelah dan merasa kalah, setelah itu kujadikan kau puisi. Hanya itu. Tapi caraku jangan disangka sederhana. Jika kau sangka begitu, kau benar. Caraku memang sederhana tapi bukankah puisi adalah hal yang sederhana yang dirumitkan, dan penyair mampu menyederhanakan yang rumit. Kau bingung? Ah, kau bingung dan belum jatuh cinta. Harus apa lagi, teman?

            Baiklah, terakhir sebelum kusudahi tulisanku aku ingin memberitahumu rahasia. Dengarlah. Pernah satu hari disaat sedih dan merasa sendiri aku malah menemukanmu sebagai motivasi dan inspirasiku. Sungguh. Motivasi tidak dicari, kau pun begitu yang datang sendiri tiba-tiba. Kamu adalah inspirasiku karena aku sadar kamu miliki banyak dibandingkan aku. Sudah lama, aku ingin marah pada inspirasi dan motivasiku tapi aku mengingat kata Bukowski, katanya aku harus melihat dari sudut pandangmu untuk memutuskan perlu marah atau justru memarahi diri sendiri, agar mengerti apa yang sebenarnya terjadi. Dan jika tidak mengerti, katanya lagi, aku lebih baik bersikap pura-pura mengerti karena setidaknya akan mengurangi yang sakit hati. Kadang aku tidak mengerti kata Bukowski, tapi pada akhirnya aku hanya perlu berpura-pura mengerti kan?

            Sudah ya teman, semoga maksudku terbaca. Aku akan senang sekali jika kelak entah kapan mendapati suratmu dan didalamnya kau menyapaku teman. Sampaikan salamku kepada hatimu.

Dari, Saya
Orang yang bisa jadi (salah) kamu benci.

Pencitraan?

Apa sih itu Pencitraan? Samakah Pencitraan dengan Fake? Pencitraan boleh apa gimana??

Hmm kalo menurutku nih pencitraan itu bersinonim dengan jaga image alias jaim. Pencitraan itu bagaimana kamu memanipulasi agar citra kamu terlihat baik atau bener. Terlihat sama siapa? Nah kalo siapa ya pasti udah macam-macam, bisa keluarga, guru, teman-teman, gebetan, pacar, musuh dan masih banyak deh. Di banyak kasus, kalo orang fake biasanya konsisten tampil fake sementara yang pencitraan kadang nggak konsisten gitu. Pencitraan boleh apa enggak? Kalo boleh apa enggak kembali lagi ke masing-masing individu sih. Kalo menurutku nih, pencitraan itu berarti kamu nggak apa adanya. Tapi lain lagi, kalo kamu bisa jamin citra yang kamu udah usaha bangun itu awet, menurutku sih ya boleh aja soalnya itu bukan pencitraan lagi tapi merupakan tahap “be a a better person”.

Kasus pencitraan yang sering aku temui itu dimana seseorang tiba-tiba menjadi bijaksana, tiba-tiba diam, tiba-tiba baik, tiba-tiba ramah, tiba-tiba rajin, pokoknya perubahannya tuh lebay.

Dan rata-rata korban pencitraan tuh nggak sadar. Dan akhirnya korban dan pelaku pencitraan terjalin komunikasi yang lancar dan kalo kamu lagi sial, kamu akan dicitrakan pelaku dengan image buruk secara nggak langsung. Ngeri nggak??


Contoh pelaku pencitraan, nggak usah jauh-jauh, hehehe saya contohnya. Dalam kasus saya, saya biasa berusaha dengan keras sekeras-kerasnya mencitrakan diri untuk tidak lagi cuek, berusaha senyum, berusaha menyapa, berusaha menghilangkan sifat passupal dan tidak menatap orang dengan sinis. Karena faktanya, saya punya banyak haters dan mereka tidak menyukai cuek, supel dan tatapan saya. Dan kalo saya nggak mau melakukan pencitraan, kamu akan melihat saya tiba-tiba diam yang artinya saya mau jadi pengamat aja. Siapa tahu bisa menyadari sesuatu yang rahasia. Oh iya, kadang saya merasa dirugikan oleh pelaku pencitraan di sekitar saya. Kamu?

Sabtu, 30 November 2013

Aku Ingin

Karya: SSD

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan kata yang tak sempat diucapkan
kayu kepada api yang menjadikannya abu.

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan
awan kepada hujan yang menjadikannya tiada.


Kay suka sekali dengan puisi yang satu ini. Sukaaaaaa sekaliiiii. Sampai-sampai Kay tertarik untuk menyenangi yang namanya hujan. Hujan + Sapardi = Puisi. Entah alasannya apa, boleh jadi karena memang senada dengan realita. Mungkin juga, Kay sudah kecolongan jatuh cinta sama Eyang Sapardi.

Sajak Nopember

Siapa yang akan berbicara untuk kami 
siapa yang sudah tahu siapa sebenarnya kami ini 
bukanlah rahasia yang mesti diungkai dari kubur 
yang berjejal 
bukanlah tuntutan yang terlampau lama mengental
tapi siapa yang bisa memahami bahasa kami 
dan mengerti dengan baik apa yang kami katakan 
siapa yang akan berbicara atas nama kami 
yang berjejal dalam kubur
bukanlah pujian-pujian kosong yang mesti dinyanyikan 
bukanlah upacara-upacara palsu yang mesti dilaksanakan 
tapi siapa yang sanggup bercakap-cakap dengan kami 
siapa yang bisa paham makna kehendak kami
kami yang telah lahir dari ibu-ibu yang baik dan sederhana 
ibu-ibu yang rela melepaskan seluruh anaknya sekaligus 
tanpa dicatat namanya 
kepada Ibu yang lebih besar dan agung : 
ialah Tanah Air
kami telah menyusu dari pada bunda yang tabah 
yang rela melepaskan seluruh anaknya sekaligus 
untuk pergi lebih dahulu 
apakah kau dengan para bunda itu mencari kubur kami 
apakah kau dengar para bunda itu memanggil nama kami 
mereka hanya berkaata : akan selalu kami lahirkan anak-anak yang baik 
tanpa mengeluh serta putus asa
di Solo dua orang dalam satu kuburan 
di Makasar sepuluh orang dalam satu kuburan 
di Surabaya seribu orang dalam satu kuburan 
dan kami tidak menuntut nisan yang lebih baik 
tapi katakanlah kepada anak cucu kami; 
di sini telah dikubur pamanmu, ayahmu, saudaramu 
bertimbun dalam satu lobang 
dan tiada yang tahu siapa nama mereka itu satu-persatu
tambur yang paling besar telah ditabuh 
dan orang-orang pun keluar untuk mengenangkan kami 
terompet yang paling lantang ditiup 
dan mereka berangkat untuk menangiskan nasib kami dulu 
kami pun bangkit dari kubur 
memeluki orang-orang itu dan berkata : pulanglah 
kami yang mati muda sudah tentram, dan jangan 
diusik oleh sesal yang tak keruan sebabnya
kami hanya berkelahi dan sudah itu : mati 
kami hanya berkelahi untukmu, untuk mereka 
dan hari depan, sudah itu : mati
orang-orang pun menyiramkan air bunga yang wangi saat itu 
tanpa tahu siapa kami ini 
tiada mereka dengarkan ucapan terimakasih kami yang tulus 
tiada mereka dengarkan salam kami bagi yang tinggal 
tiada mereka lihatkah senyum kami yang cerah 
dan sudah itu : mati
siapa berkata bahwa kami telah musnah 
siapa berkata
kami kenal nama-namamu di mesjid di gereja di jalan di pasar 
kami kenal nama-namamu di gunung di lembah di sawah 
di ladang dan di laut, meskipun kalian 
tiada menyadari kehadiran kami
siapa berkata bahwa kami telah musnah 
siapa berkata
tanah air adalah sebuah landasan 
dan kami tak lain baja yang membara hancur 
oleh pukulan 
ialah kemerdekaan
kemarin giliran kami 
tapi besok mesti tiba giliranmu 
kalau saja kau masih mau tahu ucapan terimakasih 
terhadap tanah tempatmu selama ini berpijak 
hidup dan mengerti makna kemerdekaan
dan kami adalah baja yang membara di atas landasan 
dibentuk oleh pukulan : ialah kemerdekaan 
(mungkin besok tiba giliranmu)
siapa yang tahu cinta saudara, paman  dan bapa 
siapa yang bisa merasa kehilangan saudara, paman dan bapak 
ingat untuk apa kamu pergi 
siapa yang pernah mendengar bedil, bom dan meriam 
siapa yang sempat melihat luka, darah dan bangkai manusia 
ingat kenapa kami tak kembali
begitu hebatkah kemerdekaan itu hingga kami korbankan 
apa saja untuknya 
jawablah : ya 
begitu agungkah ia hingga kami tak berhak menuntut apa-apa 
jawab lagi : ya
sudah kau dengarkah suara sepatu kami tengah malam hari 
datang untuk memberkati anak-anak yang tidur 
sebab merekalah yang kelak harus bisa mempergunakan 
bahasa dan kehendak kami 
sudah kau dengarkah  suara napas kami 
menyusup ke dalam setiap rahim bunda yang subur 
sebab kami selalu dan selalu lahir kembali 
selalu dan selalu berkelahi lagi
mungkin pernah kau kenal kami dahulu, mungkin juga tidak 
mungkin pernah kau jumpa kami dahulu, mungkin juga tidak 
tapi toh tak ada bedanya: 
kami telah memulainya 
dan kalian sekarang yang harus melanjutkannya
dan memang tak ada bedanya : 
kalau hari itu bagi kami adalah saat penghabisan 
bagimu adalah awal pertaruhan 
awal dari apa yang terlaksana kemarin, kini besok pagi 
meski kami pernah kau kenal atau tidak 
meski kami pernah kau jumpa atau tidak
kami adalah buruh, pelajar, prajurit dan bapa tani 
yang tak sempat mengenal nama masing-masing dengan baik 
kami turun dari kampung, benteng, ladang dan gunung 
lantaran satu harapan yang pasti 
walau tak pernah kembali
kami hanyalah kubur yang rata dengan tanah dan tak bertanda 
kami hanyalah kerangka-kerangka yang tertimbun dan tak punya nama 
tapi hari ini doakan sesuatu yang pantas bagi kami 
agar Tuhan yang selalu mendengar bisa mengerti dan 
mengeluarkan ampun 
kami adalah mayat-mayat yang sudah lebur dalam bumi 
tapi adukan segala yang pantas tentang diri kami ini 
agar tak lagi mengembara arwah kami
kami telah lahir, hidup dan berkelahi : dan mati 
kami telah mati 
lahir dari para ibu yang mengerti untuk apa kami lahir di sini 
hidup di bumi yang mengerti semangat yang menjalankan kami 
kami telah berkelahi; dan mati 
tapi siapakah yang bisa menterjemahkan bahasa hati kami 
dan mengatakannya kepada siapa pun 
tapi siapakah yang bisa menangkap bahasa jiwa kami 
yang telah mati pagi sekali 
dan berjalan tanpa nama dan tanda 
dalam satu lobang kubur 
kami telah lahir dan selalu lahir 
selalu dan selalu lahir dari para bunda yang tabah 
selalu dan selalu berkelahi 
di mana dan kapan saja
biarkan kami bicara lewat suara anak-anak 
yang menyanyikan lagu puja hari ini 
biarkanlah kami bicara lewat kesunyian suasana 
dari orang-orang yang mengheningkan cipta hari ini
Sementara bendera yang kami tegakkan dahulu berkibar 
atas rasa bangga kami yang sederhana
biarkanlah kami bicara hari ini 
lewat suara anak-anak yang menyanyikan lagu puja 
lewat kesunyian suasana orang-orang yang mengheningkan cipta

SSD

Penyair

Karya: Kahlil Gibran
Penyair adalah orang yang tidak bahagia, kerana betapa pun tinggi jiwa mereka,
mereka tetap diselubungi airmata.

Penyair adalah adunan kegembiraan dan kepedihan dan ketakjuban, dengan sedikit kamus.
Penyair adalah raja yang tak bertakhta, yang duduk di dalam abu istananya dan cuba
membangun khayalan daripada abu itu.

Penyair adalah burung yang membawa keajaiban. Dia lari dari kerajaan syurga lalu tiba
di dunia ini untuk berkicau semerdu-merdunya dengan suara bergetar. Bila kita tidak
memahaminya dengan cinta di hati, dia akan kembali mengepakkan sayapnya lalu terbang
kembali ke negeri asalnya.

Tanya Sang Anak

Konon pada suatu desa terpencil
Terdapat sebuah keluarga
Terdiri dari sang ayah dan ibuSerta seorang anak gadis muda dan naif!
Pada suatu hari sang anak bertanya pada sang ibu!Ibu!
Mengapa aku dilahirkan wanita?Sang ibu menjawab,
"Kerana ibu lebih kuat dari ayah!
"Sang anak terdiam dan berkata,"Kenapa jadi begitu?
"Sang anak pun bertanya kepada sang ayah
!Ayah!
Kenapa ibu lebih kuat dari ayah?
Ayah pun menjawab,"Kerana ibumu seorang wanita!!!
Sang anak kembali terdiam.
Dan sang anak pun kembali bertanya!
Ayah!
Apakah aku lebih kuat dari ayah?
Dan sang ayah pun kembali menjawab," Iya,
kau adalah yang terkuat!"
Sang anak kembali terdiam dan sesekali mengerut dahinya.
Dan dia pun kembali melontarkan pertanyaan yang lain.
Ayah!
Apakah aku lebih kuat dari ibu?
Ayah kembali menjawab,"Iya kaulah yang terhebat dan terkuat!
""Kenapa ayah, kenapa aku yang terkuat?
" Sang anak pun kembali melontarkan pertanyaan.
Sang ayah pun menjawab dengan perlahan dan penuh kelembutan.
"Kerana engkau adalah buah dari cintanya!
Cinta yang dapat membuat semua manusia tertunduk dan terdiam.
Cinta yang dapat membuat semua manusia buta, tuli serta bisu!
Dan kau adalah segalanya buat kami.
Kebahagiaanmu adalah kebahagiaan kami.
Tawamu adalah tawa kami.
Tangismu adalah air mata kami.
Dan cintamu adalah cinta kami.
Dan sang anak pun kembali bertanya!
Apa itu Cinta, Ayah?
Apa itu cinta, Ibu?
Sang ayah dan ibu pun tersenyum!
Dan mereka pun menjawab,"Kau, kau adalah cinta kami sayang.."

Kahlil Gibran

Indahnya Kematian

Panggilan
Biarkan aku terbaring dalam lelapku,
kerana jiwa ini telah dirasuki cinta,
dan biarkan daku istirahat,
kerana batin ini memiliki segala kekayaan malam dan siang.
Nyalakan lilin-lilin dan bakarlah dupa nan mewangi di sekeliling ranjang ini,
dan taburi tubuh ini dengan wangian melati serta mawar.
Minyakilah rambut ini dengan puspa dupa dan olesi kaki-kaki ini dengan wangian,
dan bacalah isyarat kematian yang telah tertulis jelas di dahi ini.
Biarku istirahat di ranjang ini,
kerana kedua bola mata ini telah teramat lelahnya;
Biar sajak-sajak berselimut perak bergetaran dan menyejukkan jiwaku;
Terbangkan dawai-dawai harpa dan singkapkan tabir lara hatiku.
Nyanyikanlah masa-masa lalu seperti engkau memandang fajar harapan dalam mataku,
kerana makna ghaibnya begitu lembut bagai ranjang kapas tempat hatiku berbaring.
Hapuslah air matamu, saudaraku,
dan tegakkanlah kepalamu seperti bunga-bunga menyemai jari-jemarinya menyambut mahkota
fajar pagi.
Lihatlah Kematian berdiri bagai kolom-kolom cahaya antara ranjangku dengan jarak infiniti;
Tahanlah nafasmu dan dengarkan kibaran kepak sayap-sayapnya.
Dekatilah aku, dan ucapkanlah selamat tinggal buatku.
Ciumlah mataku dengan seulas senyummu.
Biarkan anak-anak merentang tangan-tangan mungilnya buatku dengan kelembutan jemari
merah jambu mereka;
Biarkanlah Masa meletakkan tangan lembutnya di dahiku dan memberkatiku;
Biarkanlah perawan-perawan mendekati dan melihat bayangan Tuhan dalam mataku,
dan mendengar Gema Iradat-Nya berlarian dengan nafasku....

Kahlil Gibran

Waktu

Dan jika engkau bertanya, bagaimanakah tentang Waktu?….
Kau ingin mengukur waktu yang tanpa ukuran dan tak terukur.

Engkau akan menyesuaikan tingkah lakumu dan bahkan mengarahkan perjalanan
jiwamu menurut jam dan musim.
Suatu ketika kau ingin membuat sebatang sungai, diatas bantarannya kau akan
duduk dan menyaksikan alirannya.

Namun keabadian di dalam dirimu adalah kesadaran akan kehidupan nan abadi,
Dan mengetahui bahwa kemarin hanyalah kenangan hari ini dan esok hari adalah harapan.

Dan bahwa yang bernyanyi dan merenung dari dalam jiwa, senantiasa menghuni
ruang semesta yang menaburkan bintang di angkasa.

Setiap di antara kalian yang tidak merasa bahwa daya mencintainya tiada batasnya?
Dan siapa pula yang tidak merasa bahwa cinta sejati, walau tiada batas, tercakup
di dalam inti dirinya, dan tiada bergerak dari pikiran cinta ke pikiran cinta, pun bukan
dari tindakan kasih ke tindakan kasih yang lain?

Dan bukanlah sang waktu sebagaimana cinta, tiada terbagi dan tiada kenal ruang?
Tapi jika di dalam pikiranmu haru mengukur waktu ke dalam musim, biarkanlah tiap
musim merangkum semua musim yang lain,Dan biarkanlah hari ini memeluk masa silam
dengan kenangan dan masa depan dengan kerinduan.

Kahlil Gibran

Bagi Sahabatku Yang Tertindas

Wahai engkau yang dilahirkan di atas ranjang kesengsaraan,
diberi makan pada dada penurunan nilai,
yang bermain sebagai seorang anak di rumah tirani,
engkau yang memakan roti basimu dengan keluhan dan meminum air keruhmu bercampur
dengan airmata yang getir.
Wahai askar yang diperintah oleh hukum yang tidak adil oleh lelaki yang meninggalkan
isterinya,
anak-anaknya yang masih kecil,
sahabat-sahabatnya,
dan memasuki gelanggang kematian demi kepentingan cita-cita, yang mereka sebut 'keperluan'.
Wahai penyair yang hidup sebagai orang asing di kampung halamannya, tak dikenali di antara
mereka yang mengenalinya,
yang hanya berhasrat untuk hidup di atas sampah masyarakat dan dari tinggalan atas
permintaan dunia yang hanya tinta dan kertas.
Wahai tawanan yang dilemparkan ke dalam kegelapan kerana kejahatan kecil yang dibuat
seumpama kejahatan besar oleh mereka yang membalas kejahatan dengan kejahatan,
dibuang dengan kebijaksanaan yang ingin mempertahankan hak melalui cara-cara yang keliru.
Dan engkau, Wahai wanita yang malang,
yang kepadanya Tuhan menganugerahkan kecantikan.
Masa muda yang tidak setia memandangnya dan mengekorimu,
memperdayakan engkau,
menanggung kemiskinanmu dengan emas.
Ketika kau menyerah padanya, dia meninggalkanmu. Kau serupa mangsa yang gementar dalam
cakar-cakar penurunan nilai dan keadaan yang menyedihkan.
Dan kalian, teman-temanku yang rendah hati,
para martir bagi hukum buatan manusia.
Kau bersedih, dan kesedihanmu adalah akibat dari kebiadaban yang hebat,
dari ketidakadilan sang hakim, dari licik si kaya,
dan dari keegoisan hamba demi hawa nafsunya Jangan putus asa,
kerana di sebalik ketidakadilan dunia ini,
di balik persoalan, di balik awan gemawan,
di balik bumi, di balik semua hal ada suatu kekuatan yang tak lain adalah seluruh kadilan,
segenap kelembutan, semua kesopanan, segenap cinta kasih.
Engkau laksana bunga yang tumbuh dalam bayangan.
Segera angin yang lembut akan bertiup dan membawa bijianmu memasuki cahaya matahari
tempat mereka yang akan menjalani suatu kehidupan indah.Engkau laksana pepohonan
telanjang yang rendah kerana berat dan bersama salju musim dingin. Lalu musim bunga akan
tiba menyelimutimu dengan dedaunan hijau dan berair banyak.Kebenaran akan mengoyak tabir
airmata yang menyembunyikan senyumanmu. Saudaraku, kuucapkan selamat datang padamu dan
kuanggap hina para penindasmu.

Kahlil Gibran

Persahabatan

Dan seorang remaja berkata, Bicaralah pada kami tentang Persahabatan.

Dan dia menjawab:
Sahabat adalah keperluan jiwa, yang mesti dipenuhi.
Dialah ladang hati, yang kau taburi dengan kasih dan kau tuai dengan penuh rasa
terima kasih.
Dan dia pulalah naungan dan pendianganmu.
Kerana kau menghampirinya saat hati lupa dan mencarinya saat jiwa mahu kedamaian.

Bila dia berbicara, mengungkapkan fikirannya, kau tiada takut membisikkan kata
“Tidak” di kalbumu sendiri, pun tiada kau menyembunyikan kata “Ya”.
Dan bilamana dia diam,hatimu berhenti dari mendengar hatinya; kerana tanpa ungkapan kata,
dalam persahabatan, segala fikiran, hasrat, dan keinginan dilahirkan bersama dan dikongsi,
dengan kegembiraan tiada terkirakan.
Di kala berpisah dengan sahabat, tiadalah kau berdukacita;
Kerana yang paling kau kasihi dalam dirinya, mungkin kau nampak lebih jelas dalam
ketiadaannya, bagai sebuah gunung bagi seorang pendaki, nampak lebih agung daripada
tanah ngarai dataran.

Dan tiada maksud lain dari persahabatan kecuali saling memperkaya roh kejiwaan.
Kerana cinta yang mencari sesuatu di luar jangkauan misterinya, bukanlah cinta ,
tetapi sebuah jala yang ditebarkan: hanya menangkap yang tiada diharapkan.

Dan persembahkanlah yang terindah bagi sahabatmu.
Jika dia harus tahu musim surutmu, biarlah dia mengenali pula musim pasangmu.
Gerangan apa sahabat itu jika kau sentiasa mencarinya, untuk sekadar bersama dalam
membunuh waktu?
Carilah ia untuk bersama menghidupkan sang waktu!
Kerana dialah yang bisa mengisi kekuranganmu, bukan mengisi kekosonganmu.
Dan dalam manisnya persahabatan, biarkanlah ada tawa ria dan berkongsi kegembiraan..
Kerana dalam titisan kecil embun pagi, hati manusia menemui fajar dan gairah segar
kehidupan.

Kahlil Gibran

Puisi Ibu Karya Chairil Anwar


Pernah aku ditegur
Katanya untuk kebaikan
Pernah aku dimarah
Katanya membaiki kelemahan
Pernah aku diminta membantu
Katanya supaya aku pandai

Ibu…..

Pernah aku merajuk
Katanya aku manja
Pernah aku melawan
Katanya aku degil
Pernah aku menangis
Katanya aku lemah

Ibu…..

Setiap kali aku tersilap
Dia hukum aku dengan nasihat
Setiap kali aku kecewa
Dia bangun di malam sepi lalu bermunajat
Setiap kali aku dalam kesakitan
Dia ubati dengan penawar dan semangat
Dan Bila aku mencapai kejayaan
Dia kata bersyukurlah pada Tuhan

Namun…..
Tidak pernah aku lihat air mata dukamu
Mengalir di pipimu
Begitu kuatnya dirimu….

Ibu….

Aku sayang padamu…..
Tuhanku….
Aku bermohon padaMu
Sejahterakanlah dia
Selamanya…..