Rabu, 30 Oktober 2013

Dia...

hari ini ketemu dia lagi, masih begitu, tidak terlalu banyak yang berbeda...
Dia masih dengan stylenya yang serba formal, kemeja, celana panjang, jam tangan dan selalu dengan kacamata. Nyaris setiap hari bertemu muka meski jarang sekali bertemu mata. Selalu mengungkap yang tidak ku mengerti dan semakin memperjelas perbedaan antara aku dan dia. Dia pintar aku bodoh, dia rajin aku malas, dia cepat aku lambat. Kita memiliki banyak perbedaan, seandainya kita bisa saling bertolak sudah dari tempo hari akan begitu sayangnya kita tidak bisa. Dan itu bukan mau kita, sama sekali bukan mauku apalagi mau si dia, kamu juga tahu kan kalau dia tidak mau bertemu pada dasarnya.
Kamu tahu, aku salut pada sosoknya. Di tengah tatapan sinis dan tatapan penolakan ditujukan padanya ia tetap bersikap bahagia walaupun dia tahu betul kenyataannya. Semakin hari semakin banyak yang membenci, dan aku mungkin sudah salah satu dari mereka.

Selasa, kamis, jumat dan sabtu mendengarnya mengoceh. Terkadang beberapa orang terlihat unyu saat mengoceh tapi dia benar-benar sangar. Ah Pak Hasri, bapak sebenarnya sudah memenuhi standar tapi bapak terlalu astaghfirulla aladzim

maaf ya pak..... saya khilaf :)
911
We’re more dangerous than you ever think

Pernahkah kalian mendengar 911? Sebenarnya 911 adalah emergency call yang ditekan kalo lagi darurat. Tapi, 911 yang ini berbeda. 911 yang akan saya ceritakan adalah sejenis perkumpulan, geng atau apalah namanya yang statusnya antara resmi dan tidak resmi. 911 beranggotakan enam cewek yang 91% dikategorikan kocak dan fix dikatakan pemimpi. Mereka memang kocak, kocak sekocak-kocaknya kecoa, eh maksudnya kocak sekocak-kocaknya orang kocak. Pemimpi? Ya, mereka memang pemimpi, pemimpi yang mau bangun untuk mimpi. Pada dasarnya kami adalah anak-anak biasa hanya anak yang hidup untuk mimpi, bukan bermimpi dan lupa untuk bangun. Motto kami, “We’re more dangerous than you ever think” yang artinya kami lebih berbahaya dari yang pernah kamu pikir. Hihihi, dangerous tuh, catet! kami bisa saja terlihat begini dan begitu tapi kenyataannya hanya kami yang tahu. Kemarin kami A, hari ini kami B, besok kami C, lusa kami D, dan hari setelah lusa kami menjadi E lalu berganti seterusnya. Kami tanpa skenario, tanpa perencanaan, semua hanya tergantung kamu. Bagaimana kami besok adalah yang kamu minta melalui sikap dan bicaramu. Sungguh kalian telah mengerti setengah dari setengah, one day at the time we’re face to face it mean dangerous is closer than you think *ngakak*
Hmm tapi sebetulnya 911 tidak sehorror itu, mereka juga punya sisi keunyuan seperti font unyu kebanyakan :D sumpah deh unyu, buktinya kalian bisa dibuat tertawa oleh lawakan mereka kan? Kadang saya sampai sakit perut melihat kelakuan Agen BilBil yang omegat nggak nahan. Tapi kalo kalian merasa belum kenal dan tahu betul jangan berani-berani berlagak songong, gaje, lebay, alay, atau sejenisnya, jika tidak kamu berada dalam masalah besar karena kamu telah membangkitkan insting pembunuh para agen. Hati-hatilah karena efek kelakuanmu tentunya tidak akan langsung kamu terima, seperti biasa para agen akan memantaraimu. Saat kamu merasakan agen tidak menyukaimu, berdoalah agar para agen tidak mengutukmu (blacklist).
911 beranggotakan cewek yang sebenarnya jutek dan santai dalam menanggapi sesuatu. Makanya kalau ada apa-apa mereka bawa enjoy aja, contohnya konflik dengan sosis. Mereka optimis dan percaya diri kalau mereka ada di jalan benar dan memang kenyataannya benar kok :p oh ya, 911 itu perkumpulan sehat bukan perkumpulan minus jadi intinya jangan ganggu kami karena kami tidak punya waktu. Kalian tahu kan motto kami? Kalian juga tahu kan bagaimana kami melumpuhkan spesies rese dan semacamnya? Sekak match! Serangan kami sesungguhnya mematikn dan dia bekerja secara diam-diam. Kami bisa mencabut mantra kami dalam jangka waktu 6 kali 30 hari. Jika lewat dari itu, kami tidak bisa berbuat apa-apa, kami hanya menyarankan agar menghabiskan hidupmu dengan bahagia sebab tulah itu sudah menempel padamu.
Tujuh karakter berbeda disatukan atas nama 911. Sungguh tidak mudah, kadang juga perpecahan terasa seperti di depan mata tapi kami yakin dan selalu saling meyakinkan bahwa jauh dalam hati kami ada kebersamaan.
11.   Nabilah Haruna. Perempuan kelahiran 30 maret ini terbilang sangat heboh, lebay, dan merupakan perantara yang baik. Kelebihan nabilah sebagai agen ialah tanggap dalam urusan publish, bisa dibilang ia sudah handal ya walaupun sedikit-sedikit postingannya muat sampah sih :D kelemahannya adalah pemilhan diksi kurang tepat yang jatohnya malah terkesan frontal, asal muasal kefrontalan ini adalah nabilah mengukur segala sesuatunya mengacu pada alat ukur hati nabilah sendiri. So, kalo hati nabilah bilang nggak apa-apa ya udah nggak apa-apa, kalo sebaliknya... ya udah sih ya sebaliknya juga kali.
22.   Reski Auliah, agen ciul ini merupakan cewek sagitarius yang lahir di bulan november tanggal 27 . lahir sebagai sagitrius tidak mengherankan jika anak ini cerewet tapi sayangnya dia susah move on. Oh ya, agen ciul ini secara keseluruhan dapat dikategorikan suka GR dan tidak suka kalau diliatin. Walaupun begitu, ciul ini bisa dikatakan selangkah lebih di depan. Agen ini termasuk agen ter- up to date, dia suka conan tapi sayang kebanyakan nggak warasnya.
33.   Dian Fitrah Ardita yang lahir tertanggal 29 januari ini dapat digambarkan sebagai sosok yang tenang, tidak berpikir terlalu jauh sehingga tidak berujung pada aksi yang mengada-ada, dan juga merupakan tipe manusia yang berpegang teguh pada slogan “talk less do more” tapi sayangnya si dian ini sendiri mengaku bahwa ia pribadi yang ragu-ragu. Kelebihan Agen Dayan adalah simpuler, yaitu menyimpulkan dan merangkai menjadi satu hasil akhir. Agen yang satu ini terbilang piawai di bidang ini sebab dia dinilai dapat objektif dan apa adanya tidak seperti agen lain yang seringkali tidak meyakinkan karena tidak jarang para agen melebay-lebaykan kasus.
44.   Nadila Saphira, agen yang satu ini sangatlah unik. Lahir tertanggal ...... menjadikannya pribadi yang ‘hangat’. Ya, saat orang-orang bercelcius jauh dari standar maksimum atau nyusruk di bawah nol derajat, Agen Dilay ini malah gitu-gitu aja –tetap hangat. Dia juga memiliki paras cantik tapi sayang kadang-kadang ia keluar dari topik pembicaraan –nggak nyambung. Citra seperti itu memang sudah lekat bagi orang yang mengenalnya dekat. Tapi tahukah kalian, Agen Dilay mengalami kemajuan. Karena kelembutan hatinya, Tuhan menganugerahkan padanya kelebihan berupa bakat mencairkan suasana yang saking hebatnya es kutub pun ikut mencair.
55.    Agen Cudes, atau Eka Ariyani ini lahir ke dunia pada tanggal 5 oktober. Selama 16 tahun bernafas cudes akrab dengan ekspresi horrornya. Dia seorang yang pendiam tapi kalo udah shock dunia heboh selama 5 detik. Posisi cudes dalam 911 adalah sebagai mata-mata. Cudes yang konon pendiam ini beraksi sebagai mata-mata kebanyakan saat ia diam seribu bahasa. Pendek kata, cudes itu horror jadi berhati-hatilah warga bumi.
66.   Agen terakhir ini, panggil saja dia Agen Kay. Agen yang mempunyai nama lengkap “Mukarrama” ini lahir ke bumi sekitar 15 tahun yang lalu dua hari setelah valentine, tadinya sih pengen di mars tapi nggak tau deh tuh malah nggak jadi. Agen ini suka melebih-lebihkan sesuatu, disarankan untuk berpikir masak-masak sampe matang-matang dan kalo boleh sampe gosong-gosong kalau ingin berbicara dengannya. Dia bisa meracunimu kapan saja. Sebenarnya agen yang satu ini adalah agen yang paling aneh, jika kamu mengerti jalan pikirannya berarti kamu termasuk dalam golongannya :D oke oke, Agen ini dianggap lebih dalam bidang analisa, ia akan menelisik dan menyajikan data-data yang boleh jadi itu logis dan tidak menutup kemungkinan bisa jadi tidak diterima nalar. Ya tapi karena kehebatan dan kekecean 911 semua aman terkendali, segala yang rada-rada miring otomatis terluruskan di otak masing-masing –duh amin deh InsyaAllah.
Note:

Tulisan ini dibuat memang untuk tujuan pengenalan yang dibumbui sedikit iseng-isengan, oya si pembuat tulisan ini adalah agen terakhir alias Agen Kay, agen yang suka melebih-lebihkan segala sesuatunya J sampai jumpa!

Selasa, 15 Oktober 2013

Sedikit tentang Mukarrama

Namaku Mukarrama, seorang remaja 15 tahun yang menyenangi berpikir di luar kebiasaan remaja pada umumnya. Awalnya benar aku menyenangi tapi akhir-akhir ini aku mulai mendapati rasa yang belum bisa ku namai, antara takut, abnormal, over, sakartis, tajam, krimial dan liar. Jadi istilah apa yang paling tepat mewakili rasa itu? Beri tahu aku jika sudah merasa menemukannya.
Aku tidak tahu betul sejak kapan hobby berimajinasiku bermula, akan tetapi bisa ku pastikan hobby ini memasuki level waspada semenjak aku memiliki ibu untuk kali kedua. Dan aku tak mau berbohong bahwa sebenarnya kebiasaan ini mulai muncul saat masih di sekolah dasar, yang seharusnya bisa musnah jika cukup sekali aku mempunyai ibu. Lalu apa sekarang? Aku merasa berbeda, bermain bersama paranoid kemudian tiba-tiba menangis sekaligus tertawa dikarenakan imajinasi. Aku sadar jika semua yang mengerikan ini berlanjut tidak bisa ku bayangkan akan seperti apa aku kelak. Sudah lama aku menyembunyikan dan menutup-nutupi cerita sedih ini, aku tidak yakin bisa bertahan lebih lama sebab setiap detiknya aku kian merasa seperti bukan diriku. Jika yang dikepalaku akhirnya terbaca oleh teman-temanku, saat itulah aku harus benar-benar hidup dalam imajinasi atau paling tidak wajib berbesar hati dikatakan ‘sakit jiwa’.
Mungkin aku bisa menceritakan bagaimana imajinasi brutal ini muncul...
Semula...
Tetap saja kondisi saat itu tidak bisa dikatakan baik-baik saja, genting dan sejenisnya. Seorang remaja tanggung mau tidak mau menjalani hidup tanpa kepastian bersama seorang bapak dengan 3 saudara yang saling terpisah. Sepi hingga sunyi menjadi akrab dengannya. Tak pernah sekali ia mengira akan memainkan peran dalam cerita paling sedih lebih sedih dari drama ala korea, lebih menegangkan dari sederet film pemicu ketegangan box office. Aku di masa itu, teramat sangat pendiam, tertutup namun setidak-tidaknya ia tahu cara tersenyum tulus. Sedangkan hari ini? Aku menjelma seperti gadis mati rasa, senin hingga sabtu tidak banyak berbeda, januari sampai desember tidak banyak yang berubah, semua datar saja. Aku seperti lupa cara tersenyum, menjadi pribadi kasar dan tidak mau mendengar. Katanya saat lidah tak lagi mampu memperjelas mata setidaknya bisa berbicara, sayangnya mataku seperti halnya bisu, benar-benar tanpa ekspresi. Anehnya saat di sekolah atau lebih tepatnya di hadapan teman-temanku, aku bisa tampil 180 derajat berbeda dari diriku. Dibandingkan diriku yang dahulu pendiam sekarang aku lebih banyak bicara, cerewet. Aneh bukan orang yang sebelumnya pendiam berubah total menjadi seorang yang cerewet? Hm dan mungkin cerewet ini membuat semua terlihat samar bagi mereka. Sejak saat semua ini terjadi, akhirnya inilah aku mahluk tuna rasa seperti amnesia untuk beberapa rasa terkecuali untuk rasa yang mengerikan.

Satu yang bisa ku pastikan saat ini mungkin imajinasi itu telah berkuasa atas diriku tapi aku masihlah manusia waras. Sayangnya aku tidak tahu siapa yang harus aku temui untuk menyudahi apa yang tidak sengaja ku mulai maka pada akhirnya aku membuat pilihan sendiri saat dunia memberikan pilihan yang membimbangkan

911 vs OSIS

Gimana judulnya? Ekstrim nggak? Hahaha seekstrim saya yang lagi nggak ada kerjaan, eh lebih tepatnya malas dengan kerjaan yang ada sih.
Oke, karena kamu sudah memutuskan membaca tulisan ini, maka kamu harus siap dengan segala kemungkinan yang terjadi di bagian pembuka, isi dan penutup. Ingat yaaa.. ini blog gue, bukan tempat nyolot apalagi tempat pembuangan omongan sampah. Heheh oke deh
Saya tau kalian semua udah pada biasa kan denger OSIS? Secara resmi OSIS adalah tangan kanan sekolah, OSIS mengontrol semua organisasi secara umum, pokoknya peran OSIS dalam suksesnya nama sekolah itu memiliki andil besar. Jadi pendek kata, OSIS adalah organisasi yang paling bergengsi di sekolah. Nah tadi kan OSIS secara resmi, kalo nggak resmi OSIS itu hanya organisasi buat numpang tenar pake jas OSIS. Truth but hurt.
Lalu apa itu 911?  Mau tahu banget atau mau banget tahu? Yang ada cuma tahu jangan bawa-bawa tempe deh! Jadi 911 itu geng iseng-isengan yang dibentuk tanggal.... saya juga nggak ingat kapan :D, tapi secara resmi dibentuk pada tanggal 4 September di aula kecil Smadama. 911 ini beranggotakan Nabilah Haruna, Reski Auliah, Eka Ariyani, Dian Fitrah Ardita, Nadila Saphira, dan saya sendiri. Setiap agen memiliki panggilan keren nan unyu yang didepannya ada kata ‘Agen’, heheh biar kayak di film box office itu. 911 ini umurnya masih seumur jagung tapi nyangka nggak kalau sekarang 911 dilirik oleh organisasi resmi bergengsi. Yup, benar! Organisasi itu memang OSIS.
Baru-baru ini, setelah mid para agen dibuat gerah dengan orang-orang yang mencari kami, menyebut nama kami, hmm entah apa yang terjadi. Kami sebetulnya sadar akan kepopuleran para agen jadi udah terbiasa sih kalau jadi pusat perhatian, tapi yang ini beda. Kenapa beda? Karena ternyata beberapa waktu yang lalu OSIS mengadakan sidang paripurna yang menjadikan kami sebagai topik, hehehe maaf lebay tapi masih lebay mereka kan?
Menurut OSIS geng iseng-isengan yang dipanggil 911 adalah sebuah ‘organisasi’ ‘anti OSIS’. Yang benar saja? Mereka secara lancang menyebut kami tergabung dalam organisasi bernama 911 yang pada kenyataannya tidak bisa disebut organisasi. Yang makin aneh, mereka semua kompak berpendapat bahwa kami menentang OSIS. Anehnya lagi, cerita ini seperti telah menginfeksi sebagian banyak warga Smadama, hingga di kantin pun kami menemukan banyak mata memandang liar yang bermuara dimana para agen berada. Oh shit, ada apa dengan OSIS?
Hari ke hari terus berganti, hari ke hari juga kami makin tenar di kalangan OSIS, atau bukan OSIS. Hingga akhirnya satu-satunya jalan keluar adalah kedua pihak yang tidak merasa salah ini harus dipertemukan segera mungkin. Namun pertemuan itu semakin meragukan sebab hingga jumat pagi kejelasan apakah pertemuan antar osis dan 991 masih simpang siur. 911 oleh Agen Nabilah pun sepertinya sudah gerah dan dengan percaya diri berkata pada salah satu sosis, “Apa ji? Kenapa nda jadi?” si sosis pun tampaknya semakin meluap-luap terus disudutkan dan akhirnya dalam waktu yang tidak lama ia sudah tak terlihat. Kemana ia akan pergi bukan pertanyaan yang menarik tapi apa yang akan dibawa kembali nanti adalah sebuah pertanyaan yang menunggu jawaban, benar-benar haus akan jawaban.
Hingga lewat pukul sembilan pagi, seperti biasa para agen mendapatkan hadiah tatapan sinis dari orang-orang yang sungguh memanfaatkan status seniornya. Tapi kali ini ada yang baru, para agen mendapat kabar bahwa sabtu, setelah karnaval peringatan adha mubarak nanti akan diadakan pertemuan antara OSIS dan 911. Agen aul yang jumat malam akan berangkat ke Makassar sadar akan melewatkan moment penting oleh karenanya seorang perantara dikirim untuk rencana memajukan jadwal meeting dengan OSIS tapi lagi-lagi kami mendengar kabar buruk. OSIS berkicau bahwa pertemuan setelah karnaval itu bukan pada hari H soalnya ditakutkan persiapan karnaval akan berantakan. Tapi sayangnya para agen mendengar pernyataan berbeda oleh perantara, “narosa-rosai nanti IPA 5 pawai”. What the fuck is that? Ternyata perantara ini membuat skenario murahan dengan tujuan yang sulit diterima nalar. Alhasil 911 sempat menganggap serius perkataan itu dan untungnya perantara tadi segera meralat perkataannya (entah itu untung atau sial). Suasana genting telah melibatkan banyak orang gara-gara perantara konyol tersebut. Tapi sudahlah kami bukan orang yang mau menghabiskan waktu untuk orang-orang yang tidak penting.

Dan akhirnya, pawai kini dalam hitungan jam dan pertemuan itu masih berstatus entah. Kami para agen tentunya sudah siap mental, fisik dan otak untuk pertemuan itu. Kami bukan bermain tak tik dan menyiapkan beragam argumen karena kami akan bicara apa adanya. Baiklah, episode selanjutnya akan saya share lagi yaaa.... tungguin loh!