Aku merasa antara aku dan teman-temanku selalu ada jarak dan
perbedaan. Hmm entah beda itu hanya parnoku yang jelas rasanya sangat ngilu di
dada. Aku nggak akan sama kayak mereka, nggak akan pernah. Aku tidak pernah
sama dengan remaja pada umumnya. Aku mengalami apa yang bahkan mereka tidak
pernah bayangkan. Aku merasakan rasa yang sungguh sangat enggan jika boleh. Aku
memikirkan jauh dari angka usiaku. Aku selalu merasa sendiri. Aku tak berniat
ingin menyalahkan siapapun, tapi jujur saja hingga hari ini aku masih mencari
nama untuk disalahkan. Aku harap aku tidak akan salah nama.
Tiap harinya, semua semakin rumit saja. Menyimpan semuanya
sendiri, hidup dengan sedih tanpa memiliki siapa tempatku bercerita. Saat
seperti itu, aku hanya diam seperti lupa cara berbahasa. Mengurung diri di
kamar kemudian ku mendengar musik dengan high volume hingga tak seorangpun
mendengarku menangis. Tak jarang, aku ingin mati saja. Bodohkah? Ketahuialh, Tulisanku
hanya tidak sesedih rasaku tapi mungkin memang kau benar, akulah si bodoh itu.
Si bodoh yang hidup untuk masa lalu, si bodoh yang mengandai-andaikan hidupnya
terlalu jauh tanpa berbuat apapun, si bodoh yang masih meyakini happy ending
bukan hanya dongeng saja, bodoh!! Mengapa tak bosan membodohi diri sendiri???
Walaupun begitu, Aku harap aku mati tidak membawa bodohku
saja. Jika nanti aku bersama puisiku sudah tidak bernafas, aku harap aku tau
kenyataan bahwa aku tidak pernah benar-benar sendiri.