Apa sih itu
Pencitraan? Samakah Pencitraan dengan Fake? Pencitraan boleh apa gimana??
Hmm kalo menurutku nih pencitraan itu bersinonim dengan jaga
image alias jaim. Pencitraan itu bagaimana kamu memanipulasi agar citra kamu
terlihat baik atau bener. Terlihat sama siapa? Nah kalo siapa ya pasti udah
macam-macam, bisa keluarga, guru, teman-teman, gebetan, pacar, musuh dan masih
banyak deh. Di banyak kasus, kalo orang fake biasanya konsisten tampil fake
sementara yang pencitraan kadang nggak konsisten gitu. Pencitraan boleh apa
enggak? Kalo boleh apa enggak kembali lagi ke masing-masing individu sih. Kalo
menurutku nih, pencitraan itu berarti kamu nggak apa adanya. Tapi lain lagi,
kalo kamu bisa jamin citra yang kamu udah usaha bangun itu awet, menurutku sih
ya boleh aja soalnya itu bukan pencitraan lagi tapi merupakan tahap “be a a
better person”.
Kasus pencitraan yang sering aku temui itu dimana seseorang
tiba-tiba menjadi bijaksana, tiba-tiba diam, tiba-tiba baik, tiba-tiba ramah,
tiba-tiba rajin, pokoknya perubahannya tuh lebay.
Dan rata-rata korban pencitraan tuh nggak sadar. Dan akhirnya
korban dan pelaku pencitraan terjalin komunikasi yang lancar dan kalo kamu lagi
sial, kamu akan dicitrakan pelaku dengan image buruk secara nggak langsung. Ngeri
nggak??
Contoh pelaku pencitraan, nggak usah jauh-jauh, hehehe saya
contohnya. Dalam kasus saya, saya biasa berusaha dengan keras sekeras-kerasnya
mencitrakan diri untuk tidak lagi cuek, berusaha senyum, berusaha menyapa,
berusaha menghilangkan sifat passupal dan tidak menatap orang dengan sinis.
Karena faktanya, saya punya banyak haters dan mereka tidak menyukai cuek, supel
dan tatapan saya. Dan kalo saya nggak mau melakukan pencitraan, kamu akan
melihat saya tiba-tiba diam yang artinya saya mau jadi pengamat aja. Siapa tahu
bisa menyadari sesuatu yang rahasia. Oh iya, kadang saya merasa dirugikan oleh
pelaku pencitraan di sekitar saya. Kamu?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar