Selasa, 24 Desember 2013

Pencitraan?

Apa sih itu Pencitraan? Samakah Pencitraan dengan Fake? Pencitraan boleh apa gimana??

Hmm kalo menurutku nih pencitraan itu bersinonim dengan jaga image alias jaim. Pencitraan itu bagaimana kamu memanipulasi agar citra kamu terlihat baik atau bener. Terlihat sama siapa? Nah kalo siapa ya pasti udah macam-macam, bisa keluarga, guru, teman-teman, gebetan, pacar, musuh dan masih banyak deh. Di banyak kasus, kalo orang fake biasanya konsisten tampil fake sementara yang pencitraan kadang nggak konsisten gitu. Pencitraan boleh apa enggak? Kalo boleh apa enggak kembali lagi ke masing-masing individu sih. Kalo menurutku nih, pencitraan itu berarti kamu nggak apa adanya. Tapi lain lagi, kalo kamu bisa jamin citra yang kamu udah usaha bangun itu awet, menurutku sih ya boleh aja soalnya itu bukan pencitraan lagi tapi merupakan tahap “be a a better person”.

Kasus pencitraan yang sering aku temui itu dimana seseorang tiba-tiba menjadi bijaksana, tiba-tiba diam, tiba-tiba baik, tiba-tiba ramah, tiba-tiba rajin, pokoknya perubahannya tuh lebay.

Dan rata-rata korban pencitraan tuh nggak sadar. Dan akhirnya korban dan pelaku pencitraan terjalin komunikasi yang lancar dan kalo kamu lagi sial, kamu akan dicitrakan pelaku dengan image buruk secara nggak langsung. Ngeri nggak??


Contoh pelaku pencitraan, nggak usah jauh-jauh, hehehe saya contohnya. Dalam kasus saya, saya biasa berusaha dengan keras sekeras-kerasnya mencitrakan diri untuk tidak lagi cuek, berusaha senyum, berusaha menyapa, berusaha menghilangkan sifat passupal dan tidak menatap orang dengan sinis. Karena faktanya, saya punya banyak haters dan mereka tidak menyukai cuek, supel dan tatapan saya. Dan kalo saya nggak mau melakukan pencitraan, kamu akan melihat saya tiba-tiba diam yang artinya saya mau jadi pengamat aja. Siapa tahu bisa menyadari sesuatu yang rahasia. Oh iya, kadang saya merasa dirugikan oleh pelaku pencitraan di sekitar saya. Kamu?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar